Showing posts with label Kegigihan. Show all posts
Showing posts with label Kegigihan. Show all posts

Lukisan Terindah

03 December 2011

Timanthes

Lebih dari dua ribu tahun lalu, ada seorang seniman muda bernama Timanthes yang belajar melukis di bawah bimbingan guru ternama. Setelah bertahun-tahun belajar, Timanthes berhasil menghasilkan lukisan yang sangat indah. Sayangnya, setelah itu Timanthes lebih suka duduk berlama-lama sambil mengagumi hasil karyanya itu.

Suatu pagi, ketika dia datang lagi untuk menikmati karyanya, dia terkejut karena lukisannya itu sudah berlepotan dengan cipratan cat.  Dengan marah dia mendatangi gurunya.  Gurunya mengakui bahwa dia sengaja mengotori lukisan Timanthes itu. "Saya melakukannya demi kebaikanmu sendiri. Lukisan itu telah menghambat kemajuanmu. Sekarang mulailah melukis lagi. Coba lihat apakah kamu bisa bikin yang lebih baik lagi, atau tidak!"

Timanthes menuruti nasihat gurunya.  Dia membuat lukisan lagi yang diberi judul "Pengorbanan Iphigenia". Lukisan ini termasuk salah satu karya klasik yang terbaik.

Ludes Dilalap Api

27 December 2007

Thomas Edison adalah penemu microphone, phonograph, lampu pijar, accu, film bersuara dan lebih dari 1000 temuan lainnya. Suatu malam di bulan Desember 1914, dia sedang merampungkan karyanya yaitu baterai penyimpan tenaga yang sudah dia kerjakan selama 10 tahun. Proyek ini telah menghabiskan banyak biaya. Tiba-tiba terjadi kebakaran di ruangan penyimpanan film.Padahal di ruangan itu tersimpan bahan-bahan yang mudah sekali terbakar. Dalam sekejap ruangan itu dilalap api.

Pemadam kebakaran yang didatangkan dari delapan kota sekitarnya tidak mampu memadamkan api. Tanpa ampun, api melalap aset senilai sekitar dua juta dollar (Bangunan itu hanya diasuransikan sebesar $238,000).

Apakah musibah itu memukul semangat sang Penemu? Charles (24 tahun), anak Thomas Edison bersaksi: Dia melihat ayahnya sedang berdiri melihat kebakaran itu dengan tenang. Wajahnya berkilat-kilat karena memantulkan nyala lidah-lidah api. Rambutnya yang mulai memutih berkibar-kibar ditiup angin. "Saya menaruh kasihan pada ayah," kata Charles,"dia sudah berusia 67 tahun, sudah tidak muda lagi. Segala miliknya sudah dilalap api." Tiba-tiba Edison berteriak padanya. "Charles, dimana ibumu?" Charles mengatakan kalau dia tidak tahu."Carilah dan ajak dia ke sini. Dia tidak akan pernah melihat pemandangan seperti ini lagi," perintah Edison .

Paginya, Edison melihat sisa-sisa kebakaran dan berkata,"ada keuntungan besar dari musibah ini. Semua kesalahan kita ikut terbakar. Puji Tuhan, kita bisa memulai yang baru."

Tiga minggu setelah kebakaran, Edison merampungkan karya temuan phonograph.