Pesta Angin Topan

27 November 2007

Tahun 1969, di wilayah Mississippi, Amerika Serikat ada sekelompok orang yang menyiapkan sebuah acara yang dinamakan "Pesta Angin Topan." Mereka berencana menyambut kedatangan angin topan "Camille." Apakah mereka tidak mengetahui bahayanya? Apakah mereka terlalu percaya diri sehingga mengambil risiko menempuh bahaya? Apakah mereka orang yang nekad? Kita tidak pernah tahu.

     Saat angin mulai berhembus dengan kuat, kepala polisi, Jerry Peralta mendatangi apartemen Richelieu, tempat pesta itu berlangsung. Apartemen itu hanya berjarak 250 meter dari pantai sehingga masuk daerah yang sangat berbahaya. Seorang pria muncul di balkon sambil membawa minuman kaleng. Pria itu melambaikan tangan pada Jerry. Sambil berteriak, Jerry berkata,"Anda harus segera pergi dari situ. Angin badainya semakin kuat!"

     Pria itu hanya tertawa sambil menghirup minuman kaleng. Beberapa orang ikut bergabung dengannya Mereka ikut menertawakan perintah Jerry. "Ini adalah rumah saya," teriak pria itu,"jika Anda menghendaki saya pergi dari sini, maka Anda harus menangkap saya dulu."

     Jerry tidak punya niat menangkap mereka. Karena gagal membujuk mereka, Jerry hanya mencatat nama-nama mereka. Orang-orang yang berjumlah sekitar 20 orang itu tertawa-tawa ketika menyebutkan nama mereka masing-masing. Jerry segera meninggalkan rumah itu karena angin semakin kuat.

     Pukul 10:15, angin topan menyentuh bibir pantai. Para pakar mencatat angka kecepatan angin topan itu yang mencapai 205 km/jam, angka tertinggi sepanjang sejarah. Titik-titik air hujan menghujam dengan kecepatan seperti peluru. Ombak setinggi 7-9 meter bergulung menyapu pantai.

     Laporan berita menunjukkan kerusakan terparah di beberapa tempat seperti motel, bar-bar dengan tarian erotis dan rumah judi yang dikenal sebagai kawasan Pass Christian, Mississippi. Angin topan itu juga membunuh sekitar 20 orang yang sedang mengadakan pesta angin topan di apartemen Richelieu. Tidak bangunan yang masih tegak berdiri. Yang tersisa hanyalah pondasi bangunan. Hanya satu orang yang selamat, yaitu anak laki-laki berusia lima tahun yang ditemukan sedang memeluk kasur.

Epitaf

Suatu kali, Charles Simeon diminta untuk memimpin upacara penguburan. Karena rombongan pengantar jenazah belum datang, Simeon berjalan-jalan di pekuburan sambil membaca epitaf (tulisan yang tertera di batu nisan). Dia menemukan satu epitaf yang menarik:

Saat aku bangkit dari debu kematian,

Untuk memperoleh rumah besar di awan,

Inilah yang kukatakan

"Yesus telah mati supaya aku diselamatkan"

     Dia sangat terkesan dengan pesan Injil itu. Karena itu, dia ingin membagikannya pada orang lain yang ada di pekuburan itu. Dia melihat ada anak gadis yang tampaknya sangat berduka. Simeon memanggilnya supaya mendekat dan mengajaknya membaca epitaf itu. Setelah itu dia mencatat alamat anak gadis itu.

     Keesokan harinya, Simeon mengunjungi rumah anak gadis yang ternyata sangat miskin dan kotor. Gadis itu bercerita bahwa ibunya menderita sakit asma yang parah. Bersama adiknya, dia sedang menghangatkan diri di dekat perapian yang kecil. Simeon lalu mengajak keluarga itu untuk berdoa bersama.

     Anak gadis itu lalu bercerita bahwa ketika bertemu Simeon dulu, dia sudah lima jam di pekuburan itu. Dia sudah berencana bunuh diri, saat dipanggil Simeon untuk membaca epitaf. Akan tetapi karena kepedulian Simeon, akhirnya dia menyerahkan hidupnya pada Kristus.

Jawaban yang Tepat

Cheryl Reimold, seorang pakar bahasa tubuh (body language) mengatakan:"Jika Anda berdiri di hadapan seseorang yang duduk, maka Anda mendapat kekuasaan dan kedudukan yang lebih tinggi walau hanya sementara. Tapi jika Anda menghadapi seseorang dengan sejajar (baik itu dengan berdiri atau duduk), maka Anda bisa membangun komunikasi."

     Ratu Victoria mendapat pengalaman berharga dari prinsip seperti ini.  Pada awal pernikahan, sang Ratu pernah bertengkar dengan suaminya, pangeran Albert.

     Di akhir pertengkaran, pangeran Albert masuk ke kamar tidurnya dan mengunci pintu. Beberapa saat kemudian ratu Victoria menyusul, tapi mendapati bahwa pintu kamar dikancing dari dalam. Dia mengetuk pintu.

     "Siapa itu?" tanya pangeran Albert.

     "Ratu Inggris," jawab ratu Victoria. Tapi pintu tetap terkunci. Ratu Victoria lebih keras mengetuk pintu.     

"Siapa itu?" tanya Albert lagi dari dalam.

     Sang Ratu menjawab,"Ini istrimu, Albert." Dia  mendengar suara langkah kaki yang mendekati pintu.

     Pangeran Albert segera membukakan pintu.

Saya Membangun Katedral

21 November 2007

Seorang arsitek kenamaan Inggris, Sir Christopher Wren, sedang mengawasi pembangunan katedral yang sangat besar di London. Seorang wartawan yang menyertainya tertarik untuk mewawancarai beberapa pekerja bangunan itu. Dia mendekati salah satu pekerja dan bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?"

     Pekerja pertama menjawab, "Saya memotong batu dengan upah 10 shilling per hari."

     Pekerja kedua menjawab, "Saya bekerja selama 10 jam setiap hari."

      Pekerja ketiga menjawab dengan bangga, "Saya membantu Sir Christopher Wren membangun katedral terbesar di London."

Sudah Terlambat!

Seorang pengkhotbah dari Inggris yang bernama Ebenezer Wooten baru saja selesai memimpin kebaktian di sebuah lapangan di desa. Orang-orang mulai membubarkan diri, dan dia mulai sibuk membenahi peralatannya.  Lalu ada seorang anak muda yang mendekatinya. "Pak Wooten, apa yang harus saya kerjakan supaya bisa selamat?" tanya anak muda itu.

     Merasa bahwa anak muda itu masih merasa dirinya paling benar, Wooten menjawab dengan sedikit cuek, "Sekarang sudah terlambat!"

     Anak muda itu kaget,"Bapak jangan berkata begitu, dong!"

     Penginjil itu tetap pada perkataannya, "Memang sudah sangat terlambat." Wooten lalu menatap mata anak muda itu dan berkata, "Kamu tadi kan bertanya, apa yang bisa kamu KERJAKAN supaya bisa selamat. Saya beritahu, ya: baik sekarang atau pun nanti itu sudah terlambat. Karya keselamatan itu sudah dilakukan, sudah komplit dan sudah sempurna. Semua itu sudah diselesaikan di kayu salib." Wooten lalu menjelaskan bahwa bagian kita sekarang hanyalah mengakui dosa dan menerima pengampunan dengan iman.

Menolak Pengampunan

Tahun 1830, George Wilson divonis hukuman gantung sampai mati karena telah merampok kantor pos Amerika. Namun presiden Andrew Jackson mengeluarkan surat pengampunan pada Wilson. Anehnya, Wilson menolak pengampunan itu.  Sekarang keputusannya berada di tangan ketua Pengadilan, yang kemudian memutuskan bahwa Wilson harus dieksekusi. "Pengampunan ini hanya selembar surat," tulis ketua Pengadilan, "nilainya terletak pada penerimaan orang yang diampuni. Jika dia menolak, maka tidak ada pengampunan.. George Wilson harus dihukum gantung."

Orang-orang yang tak mau menyerah

19 November 2007

* Johnny Fulton ditabrak oleh sebuah mobil ketika berusia tiga tahun. Dia mengalami luka-luka yang parah. Pinggulnya retak, tulang-tulang iganya patah tulang tengkoraknya retak dan tulang kakinya remuk. Harapan hidupnya sangat tipis. Namun dia tidak menyerah. Kenyataannya, setelah melalui perjuangan dia bisa berlari sejauh 800 meter hanya dalam waktu dua menit.

* Walt Davis lumpuh total karena menderita sakit polio saat berusia sembilan tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia menjadi juara lompat tinggi di Olimpiade tahun 1952.

* Shelly Mann lumpuh total karena menderita sakit polio saat berusia lima tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia akhirnya mencatat sembilan rekor renang nasional untuk gaya yang berbeda dan memenangkan medali emas bagi Amerika dalam Olimpiade Melbourne, Australia, tahun 1956.

* Karoly Takacs adalah anggota tim menembak Hungaria yang menjadi juara dunia untuk jenis pistol. Dia juga menjadi tentara berpangkat sersan. Tahun 1938, dia mengalami kecelakaan. Dia kehilangan tangan kanan karena granat yang dipegangnya meledak. Namun Takacs tidak menyerah. Dia berlatih menembak dengan tangan kiri dan memenangkan medali emas dalam Olimpiade tahun 1948 dan 1952.

* Lou Gehrig adalah pemain baseball yang kikuk sehingga anak-anak sebayanya tidak mau bermain dengannya. Namun dia tidak menyerah. Akhirnya dengan usaha sungguh-sungguh dia bisa masuk Hall of Fame untuk pemain baseball.

* Woodrow Wilson tidak bisa membaca hingga usia sepuluh tahun. Namun dia tidak menyerah. Dia menjadi Presiden Amerika ke-28.

 

"If any man wishes to write in a clear style, let him be first clear in his thoughts; and if any would write in a noble style, let him first possess a noble soul"
~ Johann Wolfgang von Goethe                                                                                                                      
::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+
** Kunjungi Blog saya:
http://purnawan-kristanto.blogspot.com
http://kisah-inspiratif.blogspot.com/
** Kunjungi situs saya:
http://www.geocities.com/purnawankristanto/

William Borden meninggalkan kekeyaan

* William Borden adalah lulusan dari  Universitas Yale dan berasal dari keluarga sangat kaya di Amerika. Tahun 1912, dia meninggalkan ketenaran dan kekayaan untuk menjadi misionaris ke negeri China. Saat berada di Mesir dia meninggal karena radang selaput otak.

Kegigihan Abraham Lincoln

* Pada usia tujuh tahun, dia harus bekerja menghuidupi keluarganya. Usia 9 tahun, ibunya meninggal. Usia 20 tahun, dia kehilangan pekerjaan sebagai penjaga toko. Usia 23, dia meminjam uang dan bermitra dengan orang lain untuk membuka toko kedil.

Usia 26 tahun, mitra usahanya meninggal dunia dan meninggalkan hutang yang sangat besar. Usia 35 tahun, dia gagal dua kali ketika mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Usia 37 tahun, Die memenangkan pemilihan anggota kongres. Usia  39tahun, dia gagal terpilih kembali.

Usia 41 tahun, anak laki-lakinya meninggal dalam usia empat tahun.Usia 42 tahun, ditolak menjadi pengawas tanah. Usia 45 tahun, dia mencalonkan diri sebagai anggota Senat, tetapi gagal terpilih. Usia 47 tahun, dia dikalahkan dalam pemilihan Wakil Presiden.

Usia 47 tahun, dia mencalonkan diri lagi sebagai anggota Senat, tetapi gagal terpilih lagi. Usia 51 tahun, dia akhirnya terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Pada masa jabatan keduanya, dia dibunuh seseorang. Meski begitu, namanya termasuk di antara orang-orang besar dalam sejarah Amerika. Dia adalah Abraham Lincoln.

C.T. Studd Meninggalkan kekayaan dan kemewahan

* C.T. Studd, adalah pemain kriket kenamaan di Inggris. Dia berhasil menjadi anggota tim kriket Inggris XI, yang menjadikannya kaya. Tapi dia meninggalkan ketenaran dan kekayaannya untuk menjadi seorang misionaris. Dia punya slogan: "Karena Yesus Kristus itu Tuhan dan telah mati untukku, maka tidak ada pengorbanan lebih besar yang bisa kuberikan kepadanya."

Komitment Kraft

* Anda tentu mengenal keju bermerek Kraft. Perusahaan pembuat keju ini dimiliki oleh L. Kraft.  Konglomerat Kristen ini mempersembahkan 25% dari penghasilannya. Dia berkata, "Satu-satunya investasi saya yang dividen-nya selalu bertambah besar adalah uang saya berikan kepada Tuhan."

Patung Kristus dari Andes

Beberapa tahun yang lalu, sebuah patung Kristus yang sangat besar didirikan di pegunungan Andes, tepat di perbatasan antara Argentina dan Chile. Patung yang diberi nama "Kristus dari Andes" ini menjadi simbol sebuah perjanjian antara Chile dan Argentina bahwa selama patung ini berdiri, maka akan ada perdamaian di antara kedua negara itu.

Lucunya, setelah patung itu berdiri justru memicu terjadinya kemarahan. Rakyat Chile mengajukan protes karena patung itu membelakangi wilayah Chile. Untunglah, suasana yang semakin memanas ini berhasil diredakan oleh redaksi surat kabar di Chile. Redaksi menulis tajuk rencana, yang tidak saja memuaskan orang Cile, tapi juga membuat mereka tertawa geli. Redaktur menyarankan agar rakyat Chile membiarkan patung itu menghadap wilayah Argentina karena, "dibandingkan dengan rakyat Chile, rakyat Argentina perlu lebih diawasi oleh Kristus."

Kiat Napoleon Mengenal Anak Buahnya


Napoleon termasuk salah satu pemimpin yang jenius. Dia menyadari bahwa kesuksesannya tidak ada artinya jika tidak ada orang yang bersedia menjadi pengikutnya. Karena itu, dia berusaha membangun hubungan yang dekat dengan bawahannya. Tapi sebagai pemimpin dari pasukan yang besar, dia tidak mungkin mengenal semua orang secara pribadi, meski begitu dia punya kiat yang sederhana.


Biasanya sebelum menginspeksi pasukan, dia memanggil kolonel yang memimpin pasukan itu. Dia menanyakan nama prajurit yang telah bertempur dengan baik tapi belum diberi penghargaan. Setelah kolonel menyebutkan nama, Napoleon lalu mempelajari data orang tersebut. Misalnya tempat kelahirannya, nama keluarganya, pernah bertempur dimana saja dan sebagainya.


Saat berjalan menginspeksi pasukan, Napoleon menunggu tanda dari Kolonel. Begitu berada di dekat prajurit itu, Kolonel memberi tanda. Napoleon lalu berhenti dan menyapa prajurit itu dengan menyebutkan namanya. Dia menanyakan kabar keluarganya dengan menyebutkan namanya. Lalu memuji keberanian dan kesetiannya. Terakhir menyematkan bintang penghargaan.


Kiat ini selalu berhasil. Setelah upacara itu, biasanya prajurit itu akan bercerita pada teman-temannya dengan bangga," Lihat sendiri kan? Dia mengenal semua bawahannya. Dia bahkan tahu nama-nama keluarga kita."

Pengaruh Guru

Di dalam autobiografinya berjudul Breaking Barriers, seorang kolumnis bernama Carl Rowan menceritakan gurunya yang sangat mempengaruhi hidupnya.

     Rowan menceritakan kembali:

     Nona Thompson menarik laci meja dan mengeluarkan selembar kertas. Kertas itu bertuliskan kutipan ucapan Daniel Burnham, seorang arsitek Chicago.Semua murid mendengarkan dengan seksama saat dia membacakannya: "Jangan membuat rencana kecil, karena rencana itu tidak mampu menggelorakan semangat di dalam dirinya. Dan itu membuat dia tidak akan pernah tahu kemampuan yang dia miliki. Buatlah rencana besar, bidiklah pekerjaan dan pengharapan yang besar. Ingat, anak-cucu kita yang akan meneruskan pekerjaan yang belum bisa kita selesaikan nanti."

     Sekitar 30 tahun kemudian, saya menyampaikan pidato yang mengatakan bahwa Frances Thompson telah memberikan keyakinan pada saya untuk lebih percaya diri. Ucapan saya itu rupanya dimuat di surat kabar. Kemudian ada seseorang yang mengirimkan kliping surat kabat itu pada mantan guru saya. Setelah itu, mantan guru saya mengirimkan surat. Dia menulis:"Kamu tidak akan menyangka betapa kliping suat kabar itu sangat berarti bagiku. Selama bertahun-tahun aku tertekan oleh ucapan saudara laki-lakiku bahwa aku sudah menyia-nyiakan hidup. Dia mengatakan seharusnya aku sudah menikah dan punya keluarga. Tapi saat membaca bahwa kamu menyebutkan namaku karena telah berperan dalam kariermu yang cemerlang, aku menunjukkan kliping itu pada saudaraku. Setelah dia membacanya, aku berkata, 'Sekarang kamu tahu kalau aku tidak pernah menyia-nyiakan hidupku"

Konferensi tentang Penginjilan Massal

18 November 2007
Suatu kali D.L. Moody menghadiri konferensi tentang Penginjilan Massal di Indianapolis. Dia sudah janjian dengan Ira Sankey, pemimpin pujiannya, untuk menemui dia jam enam sore di sebuah sudut jalan.

     Ketika Sankey datang, Moody menyuruh dia berdiri di atas kotak kayu dan mulai menyanyi. Orang mulai mengerumuni mereka. Moody lalu ganti naik kotak kayu itu dan bicara singkat. Dia mengajak orang-orang yang berkerumun itu untuk mengikuti dia masuk ke ruangan konferensi. Dalam waktu singkat auditorium itu dipenuhi oleh orang-orang yang kelaparan rohani. Kemudian penginjil ternama itu memberitakan Injil kepada mereka.

     Saat delegasi konferensi mulai berdatangan, Moody menyelesaikan khotbahnya. Dia berkata, "Kita harus mengakhiri acara ini sampai di sini, karena peserta konferensi sudah datang. Mereka akan mendiskusikan topik 'bagaimana menjangkau orang banyak'".

     Malam itu, Moody menunjukkan dengan jelas perbedaan antara berbicara akan melakukan sesuatu dengan segera bertindak melakukan sesuatu.

Khotbah yang Gagal

15 November 2007

Ketika berlangsung Perang Bersaudara di Amerika Serikat, Presiden Lincoln menghadiri kebhaktian hari Rabu sore yang diadakan oleh gereja di dekat Gedung Putih. Didampingi oleh Agen Rahasia, Abraham Lincoln mendengarkan khotbah dengan khidmat.

Dalam perjalanan pulang, salah satu agen rahasia bertanya pada, "Bagaimana khotbah malam ini?"

Lincoln menjawab, "Sangat brillian, meyakinkan, Alkitabiah, relevan dan disampaikan dengan baik."

"Apakah itu khotbah yang bagus?"

"Tidak. Itu khotbah yang gagal. Gagal karena Dr. Gurley tidak mengajak kita untuk melakukan sesuatu yang besar."

Dana Kenangan

Tahun 1884, seseorang meninggal dunia dalam usia yang masih muda. Setelah melewati masa perkabungan, kedua orang tua anak ini memutuskan untuk menyumbangkan dana sebagai kenangan atas anak mereka (memorial fund).

Mereka menemui Charles Eliot, rektor Harvard University untuk mengutarakan maksud mereka. Eliot menerima pasangan ini dengan ogah-ogahan. Pasangan ini bercerita bahwa mereka akan memberi sumbangan dana untuk mengenang anak mereka. Belum selesai bicara, Eliot langsung memotong, "Sebaiknya Anda memberi beasiswa saja."

"Kami menginginkan sesuatu yang lebih mendasar daripada itu....misalnya berupa pembangunan gedung," jawab si Istri.

Dengan nada suara yang meremehkan, Eliot mengatakan bahwa keinginan itu terlalu besar biayanya. Pasangan suami-istri itu meninggalkan kantor Eliot dengan perasaan kecewa.

Tahun berikutnya, Eliot mengetahui bahwa pasangan yang sederhana itu lalu pergi menemui orang lain. Mereka mengeluarkan uang sebesar $26 juta untuk mendirikan sebuah Universitas yang mengenang anak mereka. Universitas itu bernama Leland Stanford Junior University, atau lebih dikenal sebagai Stanford! Saat ini, universitas ini termasuk perguruan tinggi bergengsi di Amerika.

Kematian Para Rasul

* Matius menderita sebagai martir. Kepalanya dipenggal di suatu kota di Ethiopia.

* Markus meninggal dunia di Aleksandria setelah diseret secara kejam di jalanan sepanjang kota itu.

* Lukas digantung di atas pohon Zaitun di sebuah kota di Yunani.

* Yohanes dicemplungkan di dalam wajan berisi minyak yang mendidih tetapi lolos dengan cara yang ajaib. Setelah itu dibuang ke pulau Patmos.

* Petrus disalib terbalik, dengan kepala di bawah, di kota Roma.

* Yakobus Agung, kepalanya dipenggal di Yerusalem.

* Yakobus, dilempar dari puncak kuil, kemudian dipukul hingga mati dengan batu oleh seorang pekerja atas perintah majikannya.

* Bartolomeus dikuliti hidup-hidup.

* Andreas diikat di salib. Sementara itu dia malah menginjili para penganiayanya, hingga dia mati.

* Tomas meninggal dunia dengan tubuh penuh tikaman tombak di kota Koromandel di wilayah India bagian Timur.

* Yudas dipanah hingga mati.

* Mateas dirajam dengan batu, kemudian kepalanya dipenggal.

* Barnabas dirajam dengan batu hingga mati di Salonika.

* Paulus, setelah mengalami beberapa jenis penyiksaan, dia akhirnya dipenggal di Roma atas perintah Kaisar Nero.

Teriakan Minta Tolong

13 November 2007

Ketika Rosina Hernandez masih kuliah, dia pernah menonton konser musik rock dimana ada seorang pemuda yang dipukuli ramai-ramai secara brutal. Tidak seorang pun yang menghentikan perbuatan itu. Hari berikutnya dia terkejut saat mengetahui bahwa pemuda yang dipukuli itu akhirnya meninggal dunia.

     Rosina menyesal karena pada saat itu dia hanya berdiam diri saja. Sejak saaat itu, dia berjanji akan menolong orang yang membutuhkannya.

     Beberapa tahun kemudian, peristiwa serupa terjadi lagi. Ada sebuah mobil yang melintas di dekatnya di bawah guyuran hujan. Tiba-tiba mobil itu tergelincir dan masuk ke Teluk Biscayne. Mobil tenggelam ke dalam air. Hanya bumper bagian belakang yang kelihatan. Beberapa saat kemudian ada seorang wanita yang muncul ke permukaan ar, lalu berteriak minta tolong. Dia mengatakan bahwa suaminya masih terjebak di dalam mobil.

     Rosina mencari orang lain yang bisa menolong, tapi tidak ada. Akhirnya dia memutuskan mencebur ke dalam air dan berusaha membuka pintu mobil, tapi gagal. Rosina lalu berjalan ke bagian belakang mobil untuk memecahkan  jendela belakang. Sekilas dia melihat ada beberapa orang yang hanya melihat dari pinggir jalan. Dia lalu berteriak mengajak mereka untuk membantu.

     Satu orang datang menolong, kemudian diikuti orang yang lainnya. Bersama-sama mereka bisa memecahkan kaca mobil dan berhasil menarik pria yang terperangkap di dalamnya. Pertolongan itu tepat waktu, sebab jika terlambat beberapa menit saja, pria itu pasti sudah mati karena tenggelam. Wanita korban kecelakaan itu tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih pada Rosina. Rosina sendiri juga merasa senang karena berhasil menepati janjinya.

Terikat di Perahu

Sebuah perahu nelayan nyaris tenggelam di perairan dingin dekat kepulauan Vancouver. Di atas perahu yang perlahan-lahan mulai masuk ke dalam air itu, masih ada dua nelayan yang terikat dengan tali nilon. Mereka tidak punya pisau atau alat pemotong lainnya. Jika tidak segera bisa melepaskan diri, keduanya bisa terseret ke dasar lautan yang dingin dan mati tenggelam. Selama dua jam, dua orang ini bergantian mengunyah tali itu. Beberapa menit sebelum perahu itu akhirnya tenggelam ke dalam lautan, mereka berhasil memutuskan tali itu dan selamat.

Keputusan Raja

11 November 2007

Filusuf Yunani, Anaximenes menyertai Alexander Agung dalam peperangan melawan bangsa Persia. Suatu kali pasukan Alexander sampai di desa Lampsacus, tempat kelahiran Anaximenes.

Anaximenes ingin menyelamatkan desa asalnya ini. Untuk itu, dia lalu menghadap raja.

Alexander rupanya sudah bisa menebak maksud Anaximenes. Sebelum Anaximenes mengatakan sesuatu, Alexander mendahului bicara. "Saya bersumpah demi dewa Styx, saya tidak akan mengabulkan permintaanmu," katanya.

"Yang Mulia, hamba mohon supaya Yang Mulia menghancurkan desa Lampsacus," jawab Anaximenes dengan kalem.

Demikianlah, Anaximenes menyelamatkan desa Lampsacus dari kehancuran.

/

Orang Samaria Modern


Jean Frederick Oberlin, adalah seorang hamba Tuhan dari Jerman, abad ke-18. Pada suatu hari saat sedang berjalan kaki, dia terjebak oleh badai salju. Dia kehilangan arah karena jalanan sudah tertutup salju. Saat sedang duduk untuk memutuskan arah yang akan dituju, ada sebuah kereta kuda yang melintas dan menolong Oberlin. Pemilik kereta itu membawa Oberlin ke desa terdekat.

Ketika pemilik kereta bersiap meneruskan perjalanan, Oberlin berkata, "Siapakah nama Anda supaya saya bisa mengucapkan syukur pada Tuhan untuk pertolongan Anda?"

Orang itu yang baru saja mengenali Oberlin, menjawab, "Anda kan seorang hamba Tuhan. Tolong sebutkan nama orang Samaria yang baik hati itu."

Oberlin menjawab, "Saya tidak tahu, karena Alkitab tidak menyebutkannya."

Si Penolong lalu menanggapi, "Selama Anda tidak tahu nama orang Samaria yang baik hati itu, maka ijinkan saya juga untuk tidak mengatakan nama saya."

Surat Kemarahan


Suatu hari menteri pertahanan, Edwin Stanton, mendatangi Abraham Lincoln. Dia sedang marah dengan salah satu perwiranya. Lincoln lalu menyuruh Stanton menulis surat yang ditujukan pada perwira itu. Stanton menuruti. Dia menulis surat dengan kata-kata yang emosional, lalu pamitan pada presiden.

"Hei, mau kemana?" tanya Lincoln. "Mengirimkan surat ini," jawab Stanton. Abraham Lincoln menggelengkan kepalanya. "Jangan kirim surat itu," katanya. "Lempar surat itu ke perapian. Sekarang tulis surat kedua. Saya biasa melakukan ini jika sedang marah."

Abraham Lincoln memang punya kebiasaan unik jika dia marah pada seseorang. Dia menulis dua buah surat. Surat yang pertama, isinya memaki-maki orang itu. Lalu setelah semua kemarahannya sudah tercurah, dia lalu menyobek dan membakar surat itu. Setelah itu dia menulis surat kedua dengan kata-kata yang lebih sopan.

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Tentara Malaikat


John Paton adalah seorang misionaris yang dikirim ke kepulauan New Hebrides. Pada suatu malam, ada sekelompok orang dari suku setempat mengepung rumah misionaris itu. Mereka berniat membunuh Paton dan membakar rumahnya. Semalaman, Paton dan istrinya berdoa supaya Tuhan melindungi mereka. Saat fajar merekah, mereka kaget karena para pengepung itu sudah pergi.

Setahun kemudian, kepala suku menerima Kristus sebagai Tuhannya. Saat mengingat kembali peristiwa pengepungan itu, Patton bertanya pada kepala suku, mengapa mereka mengurungkan niat menyerang dia dan keluarganya.

Kepala suku menjawab,"Siapa para pria yang ada di sana saat itu?" Paton heran karena tidak ada orang lain yang ada di sana. Kepala suku lalu bercerita bahwa mereka urung menyerang karena takut setelah melihat ada ratusan orang yang berpakaian bersinar-sinar menjaga rumah Paton sambil membawa pedang.

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Kisah Klasik

09 November 2007

Budak Alkohol

08 November 2007

Suatu hari di St. Louis, seorang pengacara mendatangi pengusaha Kristen untuk memberikan konsultasi hukum. Sebelum berpisah, pengusaha itu bertanya pada pengacara, "saya selalu ingin menanyakan ini. Tapi saya selalu takut mengatakannya."

"Apa yang ingin Anda ketahui?" tanya pengacara.

Pengusaha menjawab, "Saya penasaran, mengapa Anda bukan orang Kristen?"

Pengacara itu mengangkat bahunya, "Saya tahu dalam Alkitab dikatakan bahwa pemabuk tidak bisa masuk kerajaan Allah; dan Anda tahu kelemahan saya!"

"Anda tidak menjawab pertanyaan saya," tanya pengusaha.

"Sejujurnya, sampai sekarang tidak ada orang yang mau menjelaskan bagaimana caranya menjadi Kristen."

Pengusaha itu mengambil Alkitab, lalu membacakan beberapa ayat yang mengatakan bahwa semua orang di bawah hukuman. Tetapi Kristus menyelamatkan dengan mati di kayu salib. "Dengan menerima Yesus sebagai Penebus, Anda diampuni dan diselamatkan. Jika Anda mau menerima Yesus, mari kita berdoa bersama."

Pengacara itu setuju. Dia lalu berseru, "O Yesus, saya adalah budak alkohol. Salah satu hamba-Mu telah menunjukkan bagaimana caranya supaya diselamatkan. Ampuni dosa saya dan berikan kuasa-Mu untuk mengatasi kebiasaan buruk ini." Pengacara itu bernama C.I. Scofield, yang kemudian menyunting buku referensi Alkitab terkenal yang memakai namanya
.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Korban Fitnah

Seorang pengkhotbah muda nyaris menjadi korban fitnah dan prasangka buruk. Usianya baru menginjak 21 tahun, tetapi dia punya semangat menyala di dalam berkhotbah. Dia beberapa kali mengisi Kebhaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang besar. Meskipun bukan lulusan Sekolah Theologi, tapi hamba Tuhan yang masih muda ini bernaung di bawah naungan penginjil internasional Sammy Tippit.

Secara kerohanian dia memang sudah matang dan dewasa tetapi dia belum memiliki pacar. Usai KKR pada malam pertama, dia melayani konseling pada ruangan besar di dekat ruang belajar pastori. Lalu datanglah seorang wanita muda cantik yang memintanya untuk berbicara secara pribadi. Namanya Cindy. Hamba Tuhan ini lalu menyarankan agar dia meminta konseling pada konselor wanita, tapi Cindy ngotot hanya mau berbicara kepadanya. Bahkan dia rela menunggu hingga pengkhotbah muda ini selesai melayani yang lain.

Setelah satu jam menunggu, acara konseling itu pun selesai. Para konselor lainnya sudah meninggalkan ruangan. Tinggal hamba Tuhan bersama Cindy yang ada di ruangan itu. Beberapa menit kemudian, Cindy berlari keluar ruangan sambil berteriak,"Dia merayu saya! Dia mau mengajak saya untuk bercinta!"

Malam itu juga pendeta dari gereja tuan rumah bersama panitia KKR menyidang pengkhotbah muda ini. Mereka minta penjelasan apa yang sesungguhnya terjadi di ruangan itu. Pengkhotbah membantah tuduhan Cindy, tapi tampaknya sia-sia, karena selain tidak ada saksi mata, Cindy termasuk orang terpandang di gereja itu. Jemaat pasti lebih mempercayai ucapan wanita itu.

"Apa sebenarnya terjadi di rumah itu?" tanya pendeta.

"Saya merasa difitnah. Tapi apapun yang saya katakan, kemungkinan besar tidak dipercaya. Untuk itu, saya minta agar dipertemukan dengan penuduh saya itu," jawab pengkhotbah muda.

Pendeta dan majelis lainnya sepakat untuk menunda KKR. Mereka lalu mengundang Cindy dalam pertemuan berikutnya. Dua malam berikutnya, wanita muda ini datang bersama orangtuanya pada rapat Majelis tertutup.

Pendeta meminta Cindy menceritakan kejadiannya. Tapi ayahnya langsung menyela.

"Dia sudah menceritakan semuanya. Saya kira dia tidak perlu mengulanginya lagi," kata ayah Cindy dengan dingin. Istrinya mengiyakan.

"Kalau begitu, tolong ceritakan versi Anda apa yang terjadi pada malam itu," kata pendeta pada pengkhotbah tamu.

"Tidak ada gunanya saya bercerita," jawab pengkhotbah muda. "Hanya saya dan dia yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saya tidak bisa membela diri. Saya cuma bisa mengatakan ini: Cindy, kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi di ruangan itu dan apa yang tidak terjadi. Jika kamu tidak mengatakan yang sebenarnya, maka saya akan dihakimi dan tidak akan pernah bisa berkhotbah lagi. Ini akan merusak reputasi saya, gereja ini dan bahkan nama Tuhan. Jika saya memang berbuat, maka saya rela menerima diperlakukan apa saja. Tapi kita sama-sama tahu bahwa itu tidak benar. Saya memohon kepadamu demi nama Kristus, ceritakan yang sebenarnya." Ruangan itu menjadi sunyi. Semua mata tertuju pada Cindy. Tiba-tiba air mata menetes Cindy dari pipinya.

"Saya telah berbohong," kata Cindy dengan lirih,"dia tidak merayu saya. Sebenarnya saya lah yang merayu dia. Tapi karena dia tidak menanggapi, saya jadi malu dan kesal. Maka saya lalu membuat cerita bohong itu. Saya minta maaf"

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Nyaris tidak Lahir

Charles McCarry adalah seorang yang sukses. Selain menulis buku berjudul The Tears of Autumn dan The Last Supper, dia juga menjadi asisten Menteri Tenaga Kerja pada kabinet Eisenhower. Dua juga pernah menempati dua posisi di CIA. Uniknya, dia hampir saja tidak pernah dilahirkan ke dunia ini.

     McCarry bercerita, "Ibu saya mengandung saya pada usia 39 tahun. Ketika melahirkan satu-satunya kakak saya, ibu hampir saja meninggal. Dokter mengatakan bahwa kehamilan kedua ini membahayakan nyawa ibu saya. Karena itu, dia menyarankan agar ibu melakukan aborsi. Saran itu bisa masuk akal, tapi ibu menolak saran itu. Ketika ibu saya hampir meninggal pada usia 97 tahun, saya menanyakan mengapa ibu menolak melakukan aborsi. Ibu menjawab, 'Karena Ibu ingin tahu, kalau besar kamu akan jadi apa.'"

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Musisi yang Tuli


Ludwig van Beethoven adalah salah satu komponis yang legendaris. Pada usia 5 tahun dia sudah bermain biola di bawah bimbingan ayahnya yang juga seorang musisi ternama. Menginjak usia 13 tahun, Beethoven menjadi pemain organ untuk konser. Memasuki usia 20 tahun, dia belajar di bawah bimbingan komposer terkenal, yaitu Haydn dan Mozart. Bahkan Mozart mengucapkan kata "nubuatan" bahwa Beethoven akan memberikan pada dunia sesuatu yang sangat bernilai untuk didengarkan.

Orang ini memang jenius. Dengan mengembangkan talentanya, Beethoven menjadi komposer lagu klasik yang hebat. Uniknya, ketika memulai kejayaannya itu, Beethoven mulai mendapat gangguan. Pada usia dua puluh tahunan dia mulai mendapat gangguan pada pendengarannya. Kulit di jari-jari tangannya "menjadi tebal". Dia mulai kesulitan untuk bisa menikmati dan merasakan musik. Hal ini menghantui dirinya selama bertahun-tahun, tapi dia tetap merahasiakan ini. Pada usia lima puluh tahun, dia sudah tuli secara total. Meski begitu, sepanjang hidupnya dia menulis sembilan simfoni indah dan lima komposisi untuk piano. Itu belum termasuk komposisi untuk musik kamar. Ludwig van Beethoven juga menulis sonata. Tak pelak lagi, dia menjadi salah satu seniman yang berani mendobrak tradisi pada saat itu.

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Pemenang Sejati

Pada Olimpiade khusus orang cacat di Seattle, Amerika Serikat terjadi peristiwa yang mengharukan. Saat itu ada sembilan orang yang mempunyai kekurangan secara fisik dan mental yang bersiap di garis start. Begitu pistol ditembakkan, mereka lalu berlari menuju garis finish. Namun ada anak laki-laki yang berkali-kali jatuh-bangun di lintasan aspal. Dia mulai menangis.

     Delapan pelari lainnya yang sudah berada di depan mendengar tangisan ini. Mereka lalu memperlambat lari dan melihat ke belakang. Lalu seorang gadis yang mengalami kelambatan perkembangan mental (Down's Syndrome), menghampiri anak ini. Dia membungkuk dan menciumnya. Lalu terjadilah peristiwa yang tidak disangka-sangka. Kesembilan orang yang mestinya berlomba ini malah saling meletakkan tangan di bahu orang lain dan bersama-sama berjalan menuju garis finish.

     Semua orang yang ada di stadion bertepuk tangan. Peristiwa ini lalu dimuat di berbagai surat kabar. Kasih dan persahabatan menjadi pemenang dalam perlombaan itu.

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Hapal Alkitab (2)

Ketika melanjutkan studi di Yerusalem, seorang profesor dari sekolah theologi bertemu dengan pria yang mengaku bisa menghapal isi kitab Perjanjian Lama, dalam bahasa Ibrani! Tak pelak hal ini membuat profesor ini menjadi takjub. Profesor lalu minta orang ini menunjukkan kemampuannya. "Baiklah, dari mana saya harus mulai," tanya pria ini. "Mazmur 1," jawab profesor, yang memang pakar kitab Mazmur. Pria ini lalu menunjukkan kemampuannya menghapal, mulai dari Mazmur 1:1. Sementara itu, profesor menyimaknya sambil mencocokkan dengan Alkitab berbahasa Ibrani. Selama dua jam, pria ini menyebutkan seluruh ayat dalam kitab Mazmur dalam bahasa Ibrani di luar kepala, dan tanpa ada yang salah. Sang profesor hampir tidak bisa berkata apa-apa karena kagum. Namun yang lebih menakjubkan lagi, ketika profesor itu mengetahui bahwa pria ini ternyata seorang Ateis!

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Hapal Alkitab (1)

Michael Billester, adalah orang yang punya pelayanan membagi-bagi Alkitab.  Menjelang perang Dunia II, dia mengunjungi sebuah dusun kecil di Polandia. Billester memberikan satu buah Alkitab pada seorang penduduk desa, yang kemudian bertobat setelah membacanya. Orang percaya baru ini lalu memberikan Alkitab ini pada penduduk yang lain. Alkitab itu berkeliling dari tangan satu ke tangan yang lain hingga ada sekitar 200 orang yang percaya pada Kristus setelah membacanya.

     Tahun 1940, Billeser kembali ke desa itu. Saat itu kelompok Kristen ini sedang mengadakan kebhaktian dan Billeser diminta untuk menyampaikan Firman Tuhan. Biasanya Billeser memberi kesempatan pada jemaat untuk memberi kesaksian, tapi kali ini dia memberi kesempatan pada anggota jemaat untuk menunjukkan hapalan ayat Alkitab.

     Seorang jemaat berdiri dan jemaat,"Maaf, kami belum mengerti.  Apakah yang Bapak maksud itu hapalan ayat atau pasal dalam Alkitab?"

     Rupanya penduduk desa itu tidak hanya menghapal ayat tertentu dalam Alkitab. Mereka menghapal seluruh pasal atau kitab dari Alkitab. Ada 13 orang yang hapal kitab Matius, Lukas dan separo kitab Kejadian. Satu orang sudah menghapalkan seluruh kitab Mazmur.

     Satu buah Alkitab yang ditinggalkan Billester telah berkarya dengan luar biasa!

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Membeli Mukjizat

Tess (8 tahun) mendengar Ayah dan Ibunya membicarakan keadaan Andrew, adiknya yang sakit. Mereka tidak punya uang lagi. Bahkan bulan depan lagi mereka harus keluar dari apartemen karena menunggak pembayaran sewa.

     Andrew harus dioperasi, tapi biayanya sangat mahal. Keluarga  itu sudah tidak tahu siapa yang bisa dipinjami uang lagi. Tess mendengar Ayahnya berkata kepada Ibunya yang sedang menangis, "hanya mukjizat yang bisa menyelamatkan anak kita."

     Tess lalu pergi ke kamarnya. Dia membuka celengannya dan mengeluarkan semua uang logam yang ada di dalamnya. Dia menghitungnya dengan cermat. Setelah itu dia memasukkan seluruh uang koin itu ke dalam topi dan diam-diam menyelinap pergi ke luar rumah.

     Dia berjalan menuju apotik "Rexal" yang memasang gambar Kepala Suku Indian di atas pintunya. Dia menunggu dengan sabar, tetapi rupanya apotiker tidak memperhatikannya karena terlalu sibuk.

     Tess mengetuk-ketukan sepatunya ke lantai, tapi sang apotiker tetap diam saja. Dia lalu berdehem, tapi tidak ada hasil juga. Tess lalu menuangkan semua uang logamnya ke etalase yang terbuat dari kaca.  Suara gemerincing uang logam itu akhirnya menarik perhatian penjaga apotik.

     "Kamu ingin apa?"tanya apotiker dengan suara agak jengkel. "Adik saya sekarang ada di Chicago. Dia sakit parah. Saya ingin membeli mukjizat," kata Tess.

     "Kamu ingin beli, apa?" tanya apotiker agak bingung

     "Ada sesuatu di kepala Andrew yang membuatnya sakit. Kata Ayah, hanya mukjizat yang bisa menyelamatkan dia. Berapa harga mukjizat?"

     "Adik kecil, kami tidak menjual mukjizat," kata apotiker dengan suara lembut.

     "Dengar, saya punya uang. Saya akan membayarnya. Jika masih kurang, saya akan menambahi nanti. Tolong katakan, berapa harganya?"

 

     Rupanya percakapan itu didengar adik apotiker itu. Pria itu berlutut di dekat Tess dan bertanya, "Mukjizat seperti apa yang dibutuhkan adikmu?"

     "Saya tidak tahu," jawab Tess "Yang saya tahu, dia sakit parah. Kata Ibu, dia harus dioperasi. Tapi Ayah sudah tidak punya uang. Jadi saya pakai uang tabungan saya."

     "Berapa yang kamu punya?" tanya pria itu.

     Dengan suara yyang hampir tidak terdengar, Tess menjawab," Satu dollar sebelas sen. Cuma ini yang saya punya. Tapi saya akan cari lagi kalau masih kurang."

     "Wah kebetulan," sahut pria itu sambil tersenyum. "Harga mukjizat itu memang satu dollar sebelas sen."

     Pria itu lalu menerima uang, lalu menggandeng tangan Tess. "Antarkan saya ke rumahmu. Saya ingin ketemu orang tuamu. Saya ingin mengetahui mukijizat jenis apa yang dibutuhkan adikmu."

     Pria yang menggandeng Tess itu bernama Dr. Carlton Armstrong. Dia adalah seorang dokter spesialis bedah syaraf.

     Tak berapa lama, Andrew menjalani operasi yang berjalan sukses. Biayanya gratis. Beberapa hari kemudian, Andrew diperbolehkan pulang. Ayah dan Ibunya membicarakan kejadian yang mengherankan itu. "Operasi itu benar-benar mukjizat.  Saya tidak tahu, berapa biayanya kalau kita harus membayar?"

     Tess hanya tersenyum. Biayanya hanya satu dollar sebelas sen, plus iman anak kecil!

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

HidanganMakan dari Dukun

Bagi Charles kehidupan penjara bukan hal yang asing. Hanya dalam dua tahun, dia sudah masuk penjara sebanyak tiga kali. Polisi sudah sangat mengenalnya.

Charles dikurung dalam satu sel dengan para penjahat kelas kakap seperti pengedar narkoba, pencuri, pemerkosa dan pembunuh. Menurut hukum Nepal, Charles adalah pelanggar hukum terberat. Dia dipenjara karena membuat penduduk setempat menjadi pemeluk agama Kristen. Siapapun yang tertangkap basah sedang membaptis petobat baru, maka dia pasti akan dihukum mati.

Pada hari perayaan ulang tahun raja, Charles mendapat remisi. Dia dibebaskan dari penjara dan kembali ke rumah kecilnya di kaki gunung Himalaya. Rick, temannya, telah datang dari Amerika. Mereka duduk di depan meja yang sudah reot sambil menikmati semangkuk nasi dan sayur. Mereka bersyukur karena Tuhan melepaskan Charles dari penjara. Meski nyaris dihukum mati, Charles tidak merasa kapok. Mereka lalu membicarakan rencana misi berikutnya.

Saat fajar menyingsing, seorang pemuda mengantarkan dua orang ini hingga ujung jalan. Keduanya lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Mereka berjalan melintasi ladang padi yang menguning, kemudian mendaki bukit, menuruni lembah. Hari berikutnya mereka melintasi tiga sungai sedingin es sambil menjunjung barang bawaan di atas kepala mereka.

Di depan mereka ada sebuah desa. Rick dan Charles berkhotbah dan melayani di sana dan membaptis petobat baru. Setelah tinggal beberapa hari, mereka lalu melanjutkan perjalanan ke pedalaman.

"Desa ini sangat sulit ditembus," kata Charles. "Penguasa di sini adalah seorang dukun. Namanya Rajen Penduduk desa sangat takut kepadanya." Sebelum memulai pekerjaan, mereka lebih dulu melakukan doa puasa di rumah salah satu rumah penduduk yang beragama Kristen. Pada hari ketiga, dukun itu memanggil mereka. Melalui Charles sebagai penerjemah, Rajen berkata,"Saya tahu kalian datang ke sini untuk berkhotbah dan membaptis rakyatku. Sekarang makanlah hidangan yang sudah kami siapkan." Supaya tidak menyinggung perasaan tuan rumah, maka Charles dan Rick pun makan hingga perut mereka kenyang. Sementara itu, Rajen melihatnya dengan diam saja. Setelah Charles dan Rick selesai makan, Rajen lalu berkata: "Kalian boleh menceritakan Tuhan kalian pada pada rakyat saya, dengan satu syarat kalian tidak boleh mengajak mereka menjadi Kristen."

"Tapi bagaimana kalau mereka sendiri yang ingin menjadi Kristen?" tanya Rick. "Kalian hanya boleh menceritakan Tuhan kalian. Itu saja, titik!" kata Rajen sengit.

Malam itu semua penduduk desa berkumpul di depan api unggun untuk mendengar khotbah dua orang muda ini. Rick dan Charles menceritakan tentang lahirnya bayi yang lahir di negeri jauh. Bayi ini tumbuh dewasa dan melakukan banyak mukjizat. Penduduk desa terkesan dengan cerita ini. Mereka menganggap Yesus sebagai orang yang sangat baik.

Hari berikutnya, dukun itu memanggil mereka lagi. Sekali lagi, hidangan sudah tersaji di depan mereka. Dua hamba Tuhan ini duduk bersila di tikar dan makan dengan lahap. Sama seperti hari sebelumnya, Rajen mengamati mereka dengan sungguh-sungguh.

"Malam ini, kalian boleh menceritakan lagi tentang Tuhan kalian. Jika ada penduduk yang ingin menjadi Kristen, saya mengijinkan dia. Dia tidak akan dicelakai."

Rick dan Charles gembira mendengarnya. Melalui doa, mereka telah menenangkan peperangan. Sekarang mereka berdoa untuk penuaian jiwa-jiwa di desa itu. Malam itu mereka melanjutkan cerita tentang Yesus. Dia menceritakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang menebus dosa manusia.

Ketika Rick dan Charles selesai menceritakan Injil, beberapa orang maju untuk menerima Kristus. Rick melihat Rajen sedang mengamati dari kejauhan, di dalam balutan kegelapan malam. Charles dan Rick berdoa sepanjang malam agar Tuhan melembutkan hati dukun itu.

Pada hari ketiga mereka diundang lagi oleh Rajen. Seperti biasa, mereka dijamu makan dan dukun itu hanya duduk saja sambil mengamati. Hari ini Rajen terlihat lebih pendiam. Setelah selesai makan, Rajen berkata dengan suara parau,"kalian boleh melakukan apa saja di sini."

Begitu di luar rumah, Rick berteriak,"Horeeee!" Charles tertawa senang. Mereka tahu, Tuhan telah menjawab doa mereka dengan melembutkan hati dukun itu. Malam itu, Charles dan Rick berkhotbah, dan hampir semua penduduk desa itu menerima Kristus sebagai Juruselamat.

Keesokan harinya, Charles dan Rick membaptis para petobat baru di sungai. "Mulai sekarang, tempat ini akan dikenal sebagai desa Kristen dan pengkhotbah lain akan mengikuti kita untuk melakukan pekerjaan lebih besar lagidi sini," kata Charles kepada Rick dengan gembira. Sukacita mereka semakin bertambah lagi ketika Rajen mendatangi mereka. "Saya ingin Tuhan kalian," katanya.

Rick dan Charles berdoa bersama Rajen. Mereka lalu membaptis Rajen di sungai gunung yang sangat dingin.

"Jika sudah selesai membaptis mereka, datanglah ke rumahku," undang Rajen.

Kali ini tidak ada lagi makanan yang dihidangkan. "Tiga hari yang lalu, kalian makan hidangan yang kami hidangkan," kata Rajen," dengan mata saya sendiri, saya melihat kalian menyantap makanan ini."

Rajen membuka peti besar dan mengeluarkan seekor tikus besar yang mati. "Saya menaruh racun pada makanan kalian. Lihat sendiri, racun itu membunuh tikus ini. Tapi herannya, kalian tidak apa-apa bahkan membuat sakit pun tidak. Tuhan kalian pasti lebih hebat dari kekuatan magis saya. Tuhan kalian telah melindungi kalian. Itulah sebabnya, saya menginginkan Tuhan kalian."

Rick dan Charles mulai memuji Tuhan untuk mukjizat ini. "Akan tetapi sebelum memutuskan menerima Yesus, saya telah menyuruh seorang penduduk desa untuk melapor ke polisi Nepal. Kalian harus pergi dari sini. Saya minta maaf dan sangat menyesal untuk ini. Saya sebelumnya tidak tahu bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan yang sejati," kata Rajen sedih.

Charles dan Rick bergegas mengemasi barang-barangnya. Mereka lalu mengucapkan perpisahan pada penduduk desa dan bersiap turun gunung. Tiba-tiba Rajen menghampiri mereka sambil membawa tas kecil. "Saya ingin ikut kalian," kata Rajen," saya ingin belajar banyak tentang Yesus."

Tiga orang Kristen itu lalu berjalan menyusuri jalan setapak yang berbatu. Mereka berjalan cepat dan tidak banyak berbicara. Setelah menyeberangi sungai yang sangat dingin, mereka terus berjalan dengan baju yang basah. Jika mereka tahu kalau berhenti untuk mengeringkan baju atau mengganti baju yang basah, maka mereka bisa tersusul oleh polisi Nepal. Jika sampai tertangkap, Charles bisa dihukum mati dan Rick akan dikeluarkan dari negeri itu.

Saat masuk jalan yang lebih lebar, mereka melihat polisi Nepal di kaki gunung. Terlambat! Mereka tidak bisa berbalik lagi. Sembunyi pun sudah tidak ada gunanya. Mereka hanya bisal berdoa. Tiba-tiba ada kabut tebal yang turun meliputi mereka dan polisi Nepal itu. Charles, Rick dan Rajen merapatkan tubuhnya ke dinding tebing ketika polisi Nepal melintas dekat mereka. Anehnya, polisi Nepal tidak bisa melihat mereka karena tertutup kabut. Bagi Tuhan, tiada hal yang mustahil.

Beberapa lama kemudian, Charles dan keluarganya harus meninggalkan Nepal. Tapi karya mereka tidak berhenti. Sekolah Alkitab sudah berdiri di India. Dari sanalah para pelayan-pelayan muda meneruskan misi yang dimulai Charles. Rajen termasuk di antara para pelayan itu.

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Membaca dengan Lidah

Seorang pria di Kansas City menderita luka-luka serius karena ledakan. Wajahnya menjadi sangat rusak. Dia menjadi buta karena kehilangan kedua matanya. Padahal dia baru saja menjadi Kristen dan yang menjadi kekecewaannya sekarang, dia tidak bisa membaca Alkitab lagi.

     Suatu kali, dia mendengar  cerita tentang seorang wanita di Inggris yang membaca huruf Braille dengan bibirnya. Dia ingin menirunya. Dia lalu minta dibelikan Alkitab dengan huruf Braille. Sayangnya, dia harus menelan kekecewaan karena ternyata ujung-ujung syaraf yang ada di bibirnya juga rusak karena ledakan itu.

     Dia kecewa, tapi tidak putus asa. Suatu hari, saat dia menyentuhkan lagi huruf Braille itu ke bibirnya, tanpa sengaja lidahnya bisa merasakan huruf yang ada di Alkitab itu. Timbullah ide di otaknya. Dia belajar membaca Alkitab menggunakan bibirnya. Yang sungguh mencengangkan, pria ini telah "membaca" Alkitab sebanyak empat kali. Anda sendiri yang memiliki penglihatan normal, sudah berapa kali membaca Alkitab sampai tuntas?

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Inspeksi Mendadak

07 November 2007

Robert Wood Johnson, pimpinan perusahaan Johnson & Johnson, sering membuat anak buahnya kalang kabut karena gemar mengadakan inspeksi mendadak ke kantor-kantor cabang.

     Suatu hari, seorang manajer di kantor cabang mengetahui bahwa setengah jam lagi Johnson akan menginspeksi kantornya. Dengan panik dia segera memerintahkan anak buahnya agar menyembunyikan beberapa gulungan besar kertas di atas atap kantor.

     Ketika Johnson tiba di kantor cabang itu, wajahnya terlihat murka.

      "Mengapa banyak sekali sampah di atap kantor ini?" tanyanya dengan geram.

     Olala....rupanya manajer itu tidak menyangka kalau Johnson akan datang dengan helikopter pribadi dan mendarat di atap kantor.

Pilih Satu Kursi Saja,Luciano!


"Ketika masih kecil, ayah saya yang bekerja sebagai pembuat roti, mengenalkan keajaiban lagu kepada saya," kata penyanyi tenor ternama Luciano Pavarotti. "Dia mendorong saya untuk berlatih dan membentuk suara saya. Arrigo Pola, seorang penyanyi tenor professional di kota Modena, Italia, bersedia menerima saya sebagai muridnya. Tapi saya juga kuliah di jurusan Keguruan. Pada hari wisuda, saya bertanya pada ayah, 'Menurut ayah, sebaiknya saya menjadi guru atau penyanyi?'

'Luciano,' jawab ayah saya,' jika kamu berusaha duduk di antara dua kursi, maka kamu akan jatuh di tengah-tengahnya. Demi hidupmu, kamu harus memilih satu kursi saja.'

Saya pun memilih salah satu. Dibutuhkan waktu tujuh tahun untuk belajar dan disertai frustasi sebelum akhirnya melakukan penampilan profesional saya yang pertama. Akan tetapi masih dibutuhkan waktu tujuh tahun lagi untuk bisa tampil di Metropolitan Opera. Sekarang saya baru tahu, apapun yang kita kerjakan, entah itu menyusun bata, menulis buku atau apa saja, maka kita harus melakukannya dengan sungguh-sungguh. Komitmen, itulah kuncinya. Pilih satu kursi saja," saran Luciano Pavarotti

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

"Menelan" Firman Tuhan

Menekil II adalah pemimpin besar dalam sejarah Afrika dan merupakan bapak modernisasi bagi Ethiopia. Lahir tahun 1844. Pernah ditangkap musuh dan dipenjara selama 10 tahun. Berhasil melarikan diri dan menobatkan dirinya sendiri sebagai pimpinan propinsi Shewa. Dia mulai menaklukan kerajaan-kerajaan tetangga dan membawa Ethiopia masuk dunia modern, di bawah kekaisarannya.

     Saat Italia berusaha menjajah Ethiopia, tentara Menekil menghadang dan memukul mundur mereka dalam pertempuran dramatis di Aduwa. Kemenangannya ini membuat Menekil semakin termahsyur. Selain itu, Menekil juga dikenal karena keberhasilannya melakukan modernisasi di Ethiopia. Dia membangun sekolah, jaringan telepon, dan kereta api.

     Lucunya, meski orang modern, kaisar yang satu ini juga dikenal eksentrik. Setiap kali merasa sakit, dia akan makan beberapa lembar halaman Alkitab. Dia sangat percaya Alkitab itu bisa memulihkan kesehatannya. Suatu hari di bulan Desember 1913, setelah sembuh dari  serangan stroke, Menekil merasa sakit parah lagi. Dia menyobek seluruh pasal dalam kitab Raja-raja dari Alkitab terbitan dari Mesir. Dia makan semuanya--dan meninggal!

  ,

 

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Jika Raja Letih Memerintah

Pada abad kesebelas, raja Henry III yang memerintah Bavaria merasa letih menjadi raja. Dia mendatangi biara dan menemui Richard untuk meminta ijin supaya boleh tinggal di biara itu selama sisa umurnya.
"Yang Mulia," kata Richard, "apakah Anda mengerti bahwa salah satu sumpah untuk bisa tinggal di sini adalah ketaatan. Saya kira sumpah ini akan menyulitkan Anda karena Anda adalah seorang raja."
"Saya bisa mengerti," kata Henry, "selama sisa hidup, saya akan taat pada Anda, sebagaimana Kristus telah memimpin Anda."
"Kalau begitu, saya akan memberikan perintah pada Anda," kata Richard. "Kembalilah ke istana dan bekerjalah sebagai raja dengan setia dimana Tuhan telah menempatkan Anda."
Henry menaati perintah itu. Dia kembali bertahta.
Ketika raja Henry meninggal, dalam surat wasiatnya dia menulis: "Raja telah belajar memerintah di dalam ketaatan."
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

Iman yang Memindahkan Gunung

Sebuah jemaat kecil di kaki gunung Great Smokies telah membangun gedung gereja baru di sebidang kecil tanah yang dihibahkan oleh anggota jemaat. Sepuluh hari sebelum peresmian gedung itu, pejabat pemerintah daerah yang menginspeksi gedung itu mengatakan kepada pendeta bahwa gedung itu tidak punya lahan parkir yang memadai. Karena itu, jika gereja tidak menambah lahan parkir, maka gedung gereja yang baru belum boleh digunakan. Sayangnya, gereja telah menggunakan semua lahan yang mereka miliki, kecuali sebuah bukit di dekat gedung gereja yang baru itu. Untuk mendapatakan lahan parkir, maka mereka harus memindahkan gunung itu.

     Pendeta lalu mengumumkan bahwa pada hari Minggu pagi dia akan mengadakan pertemuan doa. Dia mengundang semua anggota jemaat "yang punya iman memindahkan gunung" untuk datang.  Mereka akan berdoa bersama untuk meminta Tuhan agar memindahkan gunung di belakang gereja itu. Mereka juga minta penyediaan biaya untuk memasang konblok lahan parkir sebelum peresmian gedung gereja.

     Pada hari Minggu, ada 300 jemaat berkumpul untuk berdoa. Mereka berdoa selama hampir tiga jam. Pada pukul sepuluh, pendeta berkata "amin." Ia kemudian berkata, "kita akan meresmikan gereja itu sesuai jadwal. Tuhan tidak pernah mengecewakan kita, dan saya yakin saat ini pun Dia tetap setia."

     Keesokan paginya, ketika pendeta sedang belajar Alkitab, tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu. Ketika membuka pintu, dia melihat mandor pekerja bangunan sedang berdiri di depan pintu sambil melepas topi proyeknya. "Maaf pendeta, saya berasal dari perusahaan konstruksi. Kami sedang membangun pusat perbelanjaan yang sangat besar dan membutuhkan tanah urug. Apakah Anda bersedia menjual bukit yang ada di belakang gereja itu? Kami akan membeli bukit itu dan memasang konblok di lahan bekas galian itu secara gratis. Kalau bisa secepatnya, soalnya kami tidak bisa memulai pembangunan sebelum mendapatkan tanah urug itu."

     Gereja kecil itu akhirnya bisa diresmikan sesuai dengan jadwal. Setelah itu jemaat di sana dikenal dengan sebutan "jemaat yang punya iman memindahkan gunung."

Pemberontakan di Kapal "Bounty"

Salah satu contoh dramatis tentang kemampuan Alkitab dalam mengubah manusia ada di dalam kisah nyata pemberontakan di kapal "Bounty." Kisah ini begitu terkenal sehingga diangkat ke layar lebar. Ceritanya, ada sekelompok awak kapal yang memberontak pada Kapten Bligh. Pemberontakan berhasil dipadamkan. Sebagai hukuman, sembilan pemberontak dengan ditemani beberapa pria dan wanita Tahati diturunkan di tengah laut. Dengan naik sampan mereka berusaha mencapai daratan sebelum perbekalan habis. Mereka berhasil menemukan pulau Pitcairn, yang sebenarnya hanya sebuah titik kecil di Samudera Pasifik Selatan.  Lebarnya 1 kilometer dan panjangnya 2 kilometer. Sepuluh tahun kemudian, karena sering mabuk, berkelahi dan saling bunuh, maka hanya tinggal seorang pria yang tersisa, yaitu John Adams, ditemani oleh 11 wanita dan 23 anak-anak.

     Dalam buku dan film, kisahnya berakhir di sini. Akan tetapi sebenarnya masih ada kelanjutannya. Bahkan lebih dramatis. Saat itu,  Adams sedang membongkar peti untuk mencari minuman keras yang tersisa. Ketika mengeluarkan benda-benda di dalam peti, dia mendapati sebuah Alkitab tua tergeletak di dasar peti.

     Dia mulai membacanya dan Roh Kudus menjamah hatinya. Maka hidup pembunuh kejam itu berubah seketika. Damai dan kasih yang didapatnya dari Alkitab telah menggantikan kehidupan yang penuh kekerasan, perkelahian dan mabuk-mabukan. Dia mulai mengajarkan Alkitab pada anak-anak hingga seluruh penduduk di pulau itu ikut mengalami perubahan hidup. Sampai sekarang, dengan populasi kurang dari 100 orang, seluruh penduduk pulau Pitcairn memeluk agama Kristen.