Dorongan semangat dari ibunya ini ternyata memberi semangat pada remaja ini untuk menekuni hobinya. Ternyata pujian ibunya tidak sia-sia.
Kegigihan Fotografer
Talenta yang Terkubur
Rossetti mengamati dengan seksama. Dalam sekejap dia tahu bahwa karya itu tidak menunjukkan adanya talenta seni sama sekali. Dengan bahasa sehalus mungkin dia mengatakan hal itu dengan jujur. Dia merasa tidak enak mengatakan hal itu, tetapi dia tidak mau berbohong.
Kakek itu merasa kecewa sekali, tetapi dia menghormati penilaian Rossetti. Dia minta maaf karena sudah menyita waktu Rossetti. Sebelum pulang dia mengajukan permintaan sekali lagi agar Rossetti bersedia memberikan penilaian karya lukisan yang lain. Kali ini karya seorang siswa jurusan seni.
Rossetti mengamati lukisan yang disodorkan. Dia terlihat sangat antusias mengamati lukisan itu karena ada talenta seni dalam lukisan itu. "Nah, yang ini baru bagus," kata Rossetti, "anak muda ini memiliki talenta seni yang luar biasa. Dia harus dibimbing dan diberi semangat di dalam meniti karir sebagai seniman. Dia punya masa depan yang cerah asalkan dia mau bekerja keras."
Mendengar kata-kata Rossetti, mata kakek itu tampak berkaca-kaca. "Ngomong-ngomong, siapa sih seniman muda ini? Apakah dia anak Anda?" tanya Rossetti
"Bukan," jawab kakek itu dengan raut muka sedih. "Lukisan ini adalah karya saya 40 tahun yang lalu. Andai saja dulu saya mendengarkan pujian ini, maka......" dia tidak meneruskan ucapannya. Dia hanya menghela napas panjang. "Saya terlalu cepat putus asa dan segera menyerah."
::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+
>>>Lihat video karya saya di sini>>>>>
http://www.beoscope.com/purnawan/index.php
Kristus Sudah Cukup Bagiku

Suatu malam ketika sedang berlangsung pertemuan di Bala Keselamatan di Citadel-Chicago, Booth Tucker berkhotbah tentang simpati yang diberikan Yesus. Usai kebaktian, seorang pria menghampiri dia dan berkata,"jika istri Anda baru saja meninggal, seperti istri saya, dan bayi Anda terus menangis mencari ibunya, tentu Anda tidak akan berkata seperti yang Anda khotbahkan tadi"
Tragisnya, beberapa hari kemudian istri Tucker meninggal dunia karena tabrakan dengan kereta api. Jenasahnya disemayamkan di gereja Citadel Chicago. Setelah kebaktian, Tucker mengamati wajah istrinya, lalu berpaling ke arah jemaat. Dia berkata, "beberapa hari lalu ada seorang pria mengatakan bahwa saya tidak akan berkata-kata tentang simpati yang diberikan Yesus jika istri saya baru saja meninggal. Jika pria itu ada di sini, saya ingin mengatakan kepadanya bahwa bagi saya Kristus sudah cukup. Hati saya hancur, tapi di sana masih ada lagu yang diberikan oleh Yesus. Saya ingin mengatakan pada pria itu bahwa Yesus Kritus telah memberi penghiburan pada saya hari ini."
Jika Dokter Sakit Flu
Billie Burke adalah seorang artis terkenal. Suatu kali wanita cantik ini berwisata dengan kapal pesiar melintasi samudera Atlantik. Saat duduk di geladak kapal, dia melihat di meja lain ada seorang pria yang sedang menderita sakit flu.
"Apakah Anda sedang merasa tidak enak badan," tanyanya dengan iba. Pria itu mengangguk.
"Sebaiknya Anda pergi ke kamar Anda dan minum jus jeruk yang banyak. Minum dua tablet aspirin dan berselimut setebal mungkin. Nanti kalau sudah berkeringat, maka sakit demamnya bisa hilang. Percayalah pada kata-kata saya. Saya Billie Burke dari Hollywood."
Pria itu tersenyum lalu mengenalkan diri, "Terimakasih untuk nasihatnya. Saya Dokter. Mayo dari klinik Mayo."
Buku Harian
Charles Francis Adams, adalah seorang politisi dan diplomat pada abad ke-19. Dia rajin menulis buku harian. Suatu malam dia menulis: "Hari ini pergi memancing bersama anakku. Membuang-buang waktu saja!"
Anaknya, Brook Adams, juga rajin menulis buku harian. Dia menulis: "Hari ini pergi memancing bersama ayah. Wah, hari yang paling menyenangkan dalam hidupku!"
Sang ayah menganggap telah membuang waktu dengan sia-sia saat pergi memancing bersama anaknya. Tapi anaknya menganggapnya sebagai peristiwa yang indah.