Dorongan semangat dari ibunya ini ternyata memberi semangat pada remaja ini untuk menekuni hobinya. Ternyata pujian ibunya tidak sia-sia.
Kegigihan Fotografer
Edward Steichen, tidak akan menjadi fotografer tingkat dunia apabila dia cepat menyerah pada saat melihat hasil jepretannya yang pertama. Pada usia 16 tahun, Steichen muda membeli sebuah kamera dan memotret sebanyak 50 kali. Sayangnya, hanya satu yang menghasilkan foto yang bagus, yaitu potret kakak perempuannya di dekat piano. Ayahnya menilai hasilnya sangat jelek. Tapi ibunya meyakinkan Steichen bahwa walaupun hanya satu, namun hasilnya lumayan bagus, sehingga bisa menembus 49 kesalahan pemotretan lainnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment