Malamnya, Swindoll memperhatikan pria itu duduk di barisan terdepan. Namun baru beberapa menit berkhotbah, pria itu tertidur. Swindoll mengira mungkin orang ini terlalu letih setelah seharian menempuh perjalanan panjang. Akan tetapi hal yang sama terulang kembali pada malam-malam berikutnya. Hal ini sangat mengganggu perasaan Swindoll.
Pada malam terakhir, istri pria ini menemui Swindoll untuk meminta maaf atas kelakuan suaminya. Dia lalu menjelaskan bahwa suaminya didiagnosa dokter menderita sakit kanker stadium akhir. Untuk meringankan penderitaan akibat rasa sakit, dokter memberi obat yang membuatnya mengantuk. Suaminya ini memiliki ambisi besar untuk mendengar khotbah Dr. Swindoll secara langsung sebelum dia meninggal. Kini keinginannya sudah terkabul.
0 komentar:
Post a Comment