

Pembalap Argentina, Juan Manuel Fangio selamat dari kecelakaan pada balapan Grand Prix di Monaco (1950) karena dia cermat dalam melihat ketidak-beresan. Setelah putaran pertama, ketika dia akan melewati tikungan yang rawan kecelakaan untuk kedua kalinya, dia memperhatikan ada yang aneh. Dia melihat wajah para penonton tidak melihat ke arah mobilnya, namun berpaling ke arah lain.
"Jika mereka tidak melihat saya, pasti mereka melihat sesuatu yang lebih menarik di tikungan itu," demikian pikir Fangio. Maka dia memutuskan untuk mengurangi gas, menginjak pedal rem dan berbelok di tikungan dengan hati-hati. Keputusannya sangat tepat karena setelah belokan, jalur balap itu dipenuhi benda-benda yang berserakan akibat tabrakan kecelakaaan sebelumnya.
0 komentar:
Post a Comment