Berikut ini adalah kisah Doug Nichols yang berusaha mengabarkan Injil di India. Mula-mula dia hampir frustasi karena gagal. Tapi dia berhasil menemukan cara untuk menyebarkan Kabar Baik itu. Doug bercerita:
"Saat melayani melalui Operation Mobilization di India tahun 1967, saya dirawat di sebuah sanitarium selama beberapa bulan karena menderita TBC (Tubercolosis). Setelah beberapa hari dirawat di sana, saya mencoba membagikan traktat pada pasien, dokter dan perawat, tapi tidak seorang pun yang mau menerima. Mereka tampaknya tidak suka pada orang Amerika kaya tapi dirawat di sanatorium milik pemerintah (mereka menganggap semua orang Amerika itu kaya). Mereka tidak tahu bahwa dengan melayani di O.M., saya sama miskinnya dengan mereka.
Saya menjadi sedih tidak punya kesempatan bersaksi karena hambatan bahasa dan tak ada orang yang mau menerima traktat atau Injil Yohanes.
Suatu malam, saya terbangun jam 2 pagi karena terbatuk-batuk. Ketika bermaksud meludahkan dahak, saya melihat ada pasien yang sudah tua di barisan ranjang seberang berusaha bangun dari tempat tidurnya juga. Dia ingin bangun dan berdiri di sisi tempat tidurnya, tetapi karena tubuhnya terlalu lemah, dia terjatuh lagi di tempat tidurnya. Saya tidak begitu mengerti apa yang akan dia lakukan. Dia akhirnya terbaring lagi karena kelelahan. Saya lalu mendengar dia menangis lirih.
Pagi harinya, saya baru mengetahui apa yang akan dilakukan pria itu. Dia sebenarnya hanya ingin berjalan ke kamar mandi! Akan tetapi karena sakit dan kelemahan tubuhnya, dia tidak bisa melakukan itu. Akibatnya karena tidak tahan lagi di buang air tempat tidur.
Begitu fajar, suasana di bangsal kami segera ribut. Pasien-pasien lain mengeluh dan mengomel-ngomel karena mencium bau yang tak sedap itu. Para perawat menjadi jengkel pada pria tua itu karena mereka harus membersihkan kotoran itu. Mereka memindahkan pria lemah itu dengan kasar. Bahkan seorang perawat menjadi sangat marah sehingga menampar wajahnya. Pria itu terlihat sangat malu dan terpukul. Dia hanya menundukkan kepala sambil menangis.
Keesokan malamnya, kira-kira jam 2 pagi, saya kembali terbangun karena terbatuk-batuk. Saya melihat pak Tua itu berusaha bangun lagi untuk ke kamar mandi. Sekali lagi, dia juga tidak kuat berdiri. Sama seperti Anda, saya juga tidak suka pada bau tidak sedap itu. Sebenarnya saya enggan terlibat jauh karena saya sendiri juga menderita sakit. Akan tetapi setelah melihat kejadian tadi pagi, maka saya turun dari tempat tidur dan menghampiri tempat tidurnya. Dia sedang menangis sendirian dan tidak menyadari kalau saya mendatangi dia. Saya menyentuh bahunya. Dia menatap saya. Saya hanya tersenyum lalu membopong tubuhnya.
Meskipun saya juga menderita sakit dan lemah, tapi saya jelas lebih kuat daripada dia. Lagipula, tubuhnya juga sangat ringan karena cukup lama menderita sakit TBC. Saya membawanya ke kamar mandi. Setelah, dia selesai membersihkan dirinya, saya kembali membopongnya ke tempat tidurnya. Saya membaringkan dia. Dia mencium pipi saya dan berkata sesuatu, sepertinya mengucapkan terimakasih.
Yang mengejutkan adalah apa yang terjadi di beberapa jam kemudian. Pasien lain yang belum saya kenal membangunkan saya pukul empat pagi, sambil membawa secangkir teh India yang hangat. Dia melakukan gerakan tangan (dia tidak bisa berbahasa Inggris), membuat isyarat bahwa dia meminta traktat yang saya tawarkan dulu. Saat matahari terbit, pasien-pasien lain mulai berdatangan. Mereka juga minta traktat. Seharian itu semakin banyak orang yang minta traktat dan Injil Yohanes. Mereka yang meminta ini termasuk perawat, pegawai administrasi, dan dokter. Beberapa hari kemudian, beberapa orang membuka hatinya pada Kristus sebagai Juruselamat setelah membaca Kabar Baik itu.
Apa yang dibutuhkan untuk menyampaikan Kabar Baik pada orang-orang ini? Yang jelas bukanlah kesehatan tubuh. Bukan juga kemampuan berbicara atau kecakapan intelektual untuk berdebat.Saya hanya membantu menolong pak tua ini. Semua orang juga bisa melakukan itu."
::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+
http://purnawan-kristanto.blogspot.com
>>>Lihat video karya saya di sini>>>>>
http://www.beoscope.com