Dipenjara Nafsunya Sendiri

12 February 2008
Sejarah yang ditulis Thomas Costain dalam buku, The Three Edwards, menceritakan kisah Raynald III, bangsawan abad ke-14 di Belgia. Raynald memiliki berat badan yang luar biasa, sehingga sering diujuluki "Crassus". Kata ini berasal dari bahasa Latin yang berarti "gendut."

Suatu kali, Raynald bertengkar hebat dengan Edward, adiknya, yang kemudian berbuntut menjadi pemberontakan. Edward berhasil menangkap Raynald tetapi tidak membunuhnya. Dia menempatkan kakaknya di sebuah ruangan di kastil Nieuwkerk. Edward berjanji akan mengembalikan harta dan jabatan Raynald jika dia bisa keluar dari ruangan itu.

Bagi kebanyakan orang, hal ini tidak sulit dilakukan karena ruangan itu memiliki satu pintu dan beberapa jendela dalam ukuran yang normal. Bahkan pintunya pun tidak pernah ditutup atau dikunci.

Masalahnya adalah ukuran tubuh Raynald yang luar biasa besar. Dia tidak bisa melewati lubang pintu itu. Supaya bisa menikmati kebebasan, maka Raynald harus menurunkan berat badannya. Tapi Edward tidak kehilangan akal. Dia sangat mengenal tabiat kakaknya. Setiap hari dia memberikan makanan yang lezat-lezat kepada kakaknya itu. Akibatnya, alih-alih berdiet, badan Raynald malah semakin gemuk.

Jika ada orang yang mengecam Edward karena tindakannya ini, dia sudah punya jawaban: "Kakak saya bukan tahanan, kok. Dia boleh pergi kapan saja dia mau." Tapi itu sama saja bohong.

Raynald tinggal di ruangan itu selama 10 tahun dan baru dibebaskan setelah Edward tewas dalam sebuah pertempuran. Akan tetapi karena kondisi ksehatannya yang semakin memburuk, setahun kemudian dia menyusul kematian adiknya.

::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+::+
http://purnawan-kristanto.blogspot.com
>>>Lihat video karya saya di sini>>>>>
http://www.beoscope.com

0 komentar: