Salah satu contoh dramatis tentang kemampuan Alkitab dalam mengubah manusia ada di dalam kisah nyata pemberontakan di kapal "Bounty." Kisah ini begitu terkenal sehingga diangkat ke layar lebar. Ceritanya, ada sekelompok awak kapal yang memberontak pada Kapten Bligh. Pemberontakan berhasil dipadamkan. Sebagai hukuman, sembilan pemberontak dengan ditemani beberapa pria dan wanita Tahati diturunkan di tengah laut. Dengan naik sampan mereka berusaha mencapai daratan sebelum perbekalan habis. Mereka berhasil menemukan pulau Pitcairn, yang sebenarnya hanya sebuah titik kecil di Samudera Pasifik Selatan. Lebarnya 1 kilometer dan panjangnya 2 kilometer. Sepuluh tahun kemudian, karena sering mabuk, berkelahi dan saling bunuh, maka hanya tinggal seorang pria yang tersisa, yaitu John Adams, ditemani oleh 11 wanita dan 23 anak-anak.
Dalam buku dan film, kisahnya berakhir di sini. Akan tetapi sebenarnya masih ada kelanjutannya. Bahkan lebih dramatis. Saat itu, Adams sedang membongkar peti untuk mencari minuman keras yang tersisa. Ketika mengeluarkan benda-benda di dalam peti, dia mendapati sebuah Alkitab tua tergeletak di dasar peti.
Dia mulai membacanya dan Roh Kudus menjamah hatinya. Maka hidup pembunuh kejam itu berubah seketika. Damai dan kasih yang didapatnya dari Alkitab telah menggantikan kehidupan yang penuh kekerasan, perkelahian dan mabuk-mabukan. Dia mulai mengajarkan Alkitab pada anak-anak hingga seluruh penduduk di pulau itu ikut mengalami perubahan hidup. Sampai sekarang, dengan populasi kurang dari 100 orang, seluruh penduduk pulau Pitcairn memeluk agama Kristen.
0 komentar:
Post a Comment