HidanganMakan dari Dukun

08 November 2007

Bagi Charles kehidupan penjara bukan hal yang asing. Hanya dalam dua tahun, dia sudah masuk penjara sebanyak tiga kali. Polisi sudah sangat mengenalnya.

Charles dikurung dalam satu sel dengan para penjahat kelas kakap seperti pengedar narkoba, pencuri, pemerkosa dan pembunuh. Menurut hukum Nepal, Charles adalah pelanggar hukum terberat. Dia dipenjara karena membuat penduduk setempat menjadi pemeluk agama Kristen. Siapapun yang tertangkap basah sedang membaptis petobat baru, maka dia pasti akan dihukum mati.

Pada hari perayaan ulang tahun raja, Charles mendapat remisi. Dia dibebaskan dari penjara dan kembali ke rumah kecilnya di kaki gunung Himalaya. Rick, temannya, telah datang dari Amerika. Mereka duduk di depan meja yang sudah reot sambil menikmati semangkuk nasi dan sayur. Mereka bersyukur karena Tuhan melepaskan Charles dari penjara. Meski nyaris dihukum mati, Charles tidak merasa kapok. Mereka lalu membicarakan rencana misi berikutnya.

Saat fajar menyingsing, seorang pemuda mengantarkan dua orang ini hingga ujung jalan. Keduanya lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Mereka berjalan melintasi ladang padi yang menguning, kemudian mendaki bukit, menuruni lembah. Hari berikutnya mereka melintasi tiga sungai sedingin es sambil menjunjung barang bawaan di atas kepala mereka.

Di depan mereka ada sebuah desa. Rick dan Charles berkhotbah dan melayani di sana dan membaptis petobat baru. Setelah tinggal beberapa hari, mereka lalu melanjutkan perjalanan ke pedalaman.

"Desa ini sangat sulit ditembus," kata Charles. "Penguasa di sini adalah seorang dukun. Namanya Rajen Penduduk desa sangat takut kepadanya." Sebelum memulai pekerjaan, mereka lebih dulu melakukan doa puasa di rumah salah satu rumah penduduk yang beragama Kristen. Pada hari ketiga, dukun itu memanggil mereka. Melalui Charles sebagai penerjemah, Rajen berkata,"Saya tahu kalian datang ke sini untuk berkhotbah dan membaptis rakyatku. Sekarang makanlah hidangan yang sudah kami siapkan." Supaya tidak menyinggung perasaan tuan rumah, maka Charles dan Rick pun makan hingga perut mereka kenyang. Sementara itu, Rajen melihatnya dengan diam saja. Setelah Charles dan Rick selesai makan, Rajen lalu berkata: "Kalian boleh menceritakan Tuhan kalian pada pada rakyat saya, dengan satu syarat kalian tidak boleh mengajak mereka menjadi Kristen."

"Tapi bagaimana kalau mereka sendiri yang ingin menjadi Kristen?" tanya Rick. "Kalian hanya boleh menceritakan Tuhan kalian. Itu saja, titik!" kata Rajen sengit.

Malam itu semua penduduk desa berkumpul di depan api unggun untuk mendengar khotbah dua orang muda ini. Rick dan Charles menceritakan tentang lahirnya bayi yang lahir di negeri jauh. Bayi ini tumbuh dewasa dan melakukan banyak mukjizat. Penduduk desa terkesan dengan cerita ini. Mereka menganggap Yesus sebagai orang yang sangat baik.

Hari berikutnya, dukun itu memanggil mereka lagi. Sekali lagi, hidangan sudah tersaji di depan mereka. Dua hamba Tuhan ini duduk bersila di tikar dan makan dengan lahap. Sama seperti hari sebelumnya, Rajen mengamati mereka dengan sungguh-sungguh.

"Malam ini, kalian boleh menceritakan lagi tentang Tuhan kalian. Jika ada penduduk yang ingin menjadi Kristen, saya mengijinkan dia. Dia tidak akan dicelakai."

Rick dan Charles gembira mendengarnya. Melalui doa, mereka telah menenangkan peperangan. Sekarang mereka berdoa untuk penuaian jiwa-jiwa di desa itu. Malam itu mereka melanjutkan cerita tentang Yesus. Dia menceritakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang menebus dosa manusia.

Ketika Rick dan Charles selesai menceritakan Injil, beberapa orang maju untuk menerima Kristus. Rick melihat Rajen sedang mengamati dari kejauhan, di dalam balutan kegelapan malam. Charles dan Rick berdoa sepanjang malam agar Tuhan melembutkan hati dukun itu.

Pada hari ketiga mereka diundang lagi oleh Rajen. Seperti biasa, mereka dijamu makan dan dukun itu hanya duduk saja sambil mengamati. Hari ini Rajen terlihat lebih pendiam. Setelah selesai makan, Rajen berkata dengan suara parau,"kalian boleh melakukan apa saja di sini."

Begitu di luar rumah, Rick berteriak,"Horeeee!" Charles tertawa senang. Mereka tahu, Tuhan telah menjawab doa mereka dengan melembutkan hati dukun itu. Malam itu, Charles dan Rick berkhotbah, dan hampir semua penduduk desa itu menerima Kristus sebagai Juruselamat.

Keesokan harinya, Charles dan Rick membaptis para petobat baru di sungai. "Mulai sekarang, tempat ini akan dikenal sebagai desa Kristen dan pengkhotbah lain akan mengikuti kita untuk melakukan pekerjaan lebih besar lagidi sini," kata Charles kepada Rick dengan gembira. Sukacita mereka semakin bertambah lagi ketika Rajen mendatangi mereka. "Saya ingin Tuhan kalian," katanya.

Rick dan Charles berdoa bersama Rajen. Mereka lalu membaptis Rajen di sungai gunung yang sangat dingin.

"Jika sudah selesai membaptis mereka, datanglah ke rumahku," undang Rajen.

Kali ini tidak ada lagi makanan yang dihidangkan. "Tiga hari yang lalu, kalian makan hidangan yang kami hidangkan," kata Rajen," dengan mata saya sendiri, saya melihat kalian menyantap makanan ini."

Rajen membuka peti besar dan mengeluarkan seekor tikus besar yang mati. "Saya menaruh racun pada makanan kalian. Lihat sendiri, racun itu membunuh tikus ini. Tapi herannya, kalian tidak apa-apa bahkan membuat sakit pun tidak. Tuhan kalian pasti lebih hebat dari kekuatan magis saya. Tuhan kalian telah melindungi kalian. Itulah sebabnya, saya menginginkan Tuhan kalian."

Rick dan Charles mulai memuji Tuhan untuk mukjizat ini. "Akan tetapi sebelum memutuskan menerima Yesus, saya telah menyuruh seorang penduduk desa untuk melapor ke polisi Nepal. Kalian harus pergi dari sini. Saya minta maaf dan sangat menyesal untuk ini. Saya sebelumnya tidak tahu bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan yang sejati," kata Rajen sedih.

Charles dan Rick bergegas mengemasi barang-barangnya. Mereka lalu mengucapkan perpisahan pada penduduk desa dan bersiap turun gunung. Tiba-tiba Rajen menghampiri mereka sambil membawa tas kecil. "Saya ingin ikut kalian," kata Rajen," saya ingin belajar banyak tentang Yesus."

Tiga orang Kristen itu lalu berjalan menyusuri jalan setapak yang berbatu. Mereka berjalan cepat dan tidak banyak berbicara. Setelah menyeberangi sungai yang sangat dingin, mereka terus berjalan dengan baju yang basah. Jika mereka tahu kalau berhenti untuk mengeringkan baju atau mengganti baju yang basah, maka mereka bisa tersusul oleh polisi Nepal. Jika sampai tertangkap, Charles bisa dihukum mati dan Rick akan dikeluarkan dari negeri itu.

Saat masuk jalan yang lebih lebar, mereka melihat polisi Nepal di kaki gunung. Terlambat! Mereka tidak bisa berbalik lagi. Sembunyi pun sudah tidak ada gunanya. Mereka hanya bisal berdoa. Tiba-tiba ada kabut tebal yang turun meliputi mereka dan polisi Nepal itu. Charles, Rick dan Rajen merapatkan tubuhnya ke dinding tebing ketika polisi Nepal melintas dekat mereka. Anehnya, polisi Nepal tidak bisa melihat mereka karena tertutup kabut. Bagi Tuhan, tiada hal yang mustahil.

Beberapa lama kemudian, Charles dan keluarganya harus meninggalkan Nepal. Tapi karya mereka tidak berhenti. Sekolah Alkitab sudah berdiri di India. Dari sanalah para pelayan-pelayan muda meneruskan misi yang dimulai Charles. Rajen termasuk di antara para pelayan itu.

.........................................................................................................
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.

0 komentar: