
Suatu hari menteri pertahanan, Edwin Stanton, mendatangi Abraham Lincoln. Dia sedang marah dengan salah satu perwiranya. Lincoln lalu menyuruh Stanton menulis surat yang ditujukan pada perwira itu. Stanton menuruti. Dia menulis surat dengan kata-kata yang emosional, lalu pamitan pada presiden.
"Hei, mau kemana?" tanya Lincoln. "Mengirimkan surat ini," jawab Stanton. Abraham Lincoln menggelengkan kepalanya. "Jangan kirim surat itu," katanya. "Lempar surat itu ke perapian. Sekarang tulis surat kedua. Saya biasa melakukan ini jika sedang marah."
Abraham Lincoln memang punya kebiasaan unik jika dia marah pada seseorang. Dia menulis dua buah surat. Surat yang pertama, isinya memaki-maki orang itu. Lalu setelah semua kemarahannya sudah tercurah, dia lalu menyobek dan membakar surat itu. Setelah itu dia menulis surat kedua dengan kata-kata yang lebih sopan.
Karena Anda telah diberkati oleh kisah-kisah ini, sekarang giliran Anda memberkati penulis blog ini dengan mengklik iklan-iklan Google yang dipasang di blog ini. Terimakasih.
0 komentar:
Post a Comment