Mimpi Besar James Irwin

13 December 2007

Malam itu tidak jauh berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Setelah makan malam, James Irwin asyik bermain-main, sedangkan  Mama dan Papanya memilih bersantai setelah letih seharian bekerja. Saat itu sedang terjadi bulan purnama. Sinar bulan menerobos melalui jendela.

     Sang Mama melihat jam dinding. "Jimmy, sekarang waktunya tidur. Pergilah ke kamarmu. Nanti Mama menyusul," perintahnya kepada James Irwin. Tidak seperti biasanya, Jimmy menuruti perintah itu. Dia langsung naik tangga ke lantai atas tanpa memprotes.

     Sejam kemudian, Mamanya memeriksa kamar anaknya. Dia heran karena melihat anaknya sedang mengamati bulan yang terlihat melalui jendela kamarnya.

     "Kamu sedang apa, Jimmy?"

     "Sedang melihat bulan, Ma."

     "Sekarang sudah malam. Tidurlah."

     Dengan sedikit enggan, anak itu berkata, "Mama, suatu saat nanti aku akan berjalan di bulan itu."  Mamanya hanya mendengus. Dia pikir adalah biasa jika seorang anak punya cita-cita yang aneh.

     Tapi siapa menduga ternyata James Irwin serius dengan keinginannya. Dia terus memupuk mimpi yang mulai bertumbuh itu. Harapannya nyaris pupus, ketika dia mengalami kecelakaan sepeda motor yang parah. Banyak tulangnya yang patah. Tapi, dia tidak berhenti mengejar mimpinya hingga mimpinya menjadi kenyataan ketika James Irwin menapakkan kakinya di permukaan bulan. Dia adalah salah satu dari 12 orang yang terpilih untuk mengikuti misi pendaratan di bulan.

0 komentar: