Selamat Sampai di Rumah

03 December 2007

Seorang misionaris dari Inggris melayani di Portugal selama lebih dari 50 tahun. Namanya Eric Barker. Dia tetap setia melayani, meskipun dalam kondisi yang buruk sekalipun. Namun ketika pecah Perang Dunia II, keadaan menjadi gawat. Barker diberi saran agar memulangkan istri dan anaknya yang berusia delapan tahun demi keselamatan mereka. Barker menuruti nasihat itu. Dia juga mengungsikan adik perempuannya dan tiga anaknya dengan naik kapal yang sama. Barker sendiri memutuskan untuk tetap tinggal di ladang pelayanan.

     Pada hari Minggu berikutnya, sebelum berkhotbah dia memberi pengumuman di depan jemaat, "Saya baru saja menerima kabar bahwa semua keluarga saya sudah sampai di rumah dengan selamat!" Setelah itu, dia melanjutkan kebaktian itu seperti biasanya.

     Beberapa hari kemudian, jemaat baru mengetahui makna sebenarnya dari kata-kata Barker itu. Rupanya sebelum kebhaktian itu, Barker mendapat kabar bahwa sebuah kapal selam musuh telah menembakkan terpedo ke kapal penumpang yang mengangkut keluarganya. Kapal itu tenggelam. Sebagai orang Kristen, Barker punya keyakinan bahwa semua keluarganya telah sampai di "rumah" yang abadi dengan selamat. Barker tahu pasti bahwa keluarganya bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka. (Mazmur 107:30)

0 komentar: