Fyodor Dostoevsky adalah seorang pengarang yang berbakat. Pada usia 25 tahun dia menulis novel "Rakyat Miskin" yang berhasil memikat pembaca di Rusia. Dia segera menjadi tenar. Sayangnya dia suka berpesta dan mabuk-mabukan.
Suatu hari dia mengkritik Czar Rusia dengan pedas. (Pada saat itu, orang tidak berani mengkritik kekuasaan Czar.) Dia ditangkap di St. Petersburg dan dijatuhi hukuman mati bersama dengan beberapa pemberontak lain.
Pagi hari di bulan Desember yang dingin, dia digelandang ke lapangan tembak. Pakaian putih sudah dikenakan padanya. Matanya ditutup. Bunyi suara kokangan senjata bergema di tengah kesunyian pagi. Sunyi beberapa saat. Tiba-tiba terdengar langkah sepatu yang membawa kabar bahwa Czar membatalkan hukuman mati. Sebagai gantinya Dostoevsky harus kerja paksa selama 10 tahun di penjara Siberia yang sangat dingin.
Di penjara itu, satu-satunya buku yang boleh dibaca Dostoevsky adalah Alkitab Perjanjian Baru. Dalam buku itulah dia menemukan sesuatu yang indah, yaitu kebenaran sejati yang melampui ideologi sosialis. Dia menemukan Kristus dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Menjelang hari-hari pembebasannya, dia menulis surat kepada teman yang membantunya bertumbuh di dalam Kristus: "Memiliki keyakinan bahwa tidak ada yang lebih indah, yang lebih dalam, yang lebih mengerti, yang lebih masuk akal, yang lebih manusiawi dan yang lebih sempurna daripada Kristus; Bukan saja tidak ada, saya mengatakan pada diri saya dengan cinta yang menyala-nyala, melainkan juga bahwa tidak mungkin akan ada. Selain itu, jika ada orang yang membuktikan pada saya bahwa Kristus itu berada di luar kebenaran, dan memang ada kebenaran lain di luar Kristus, maka saya memutuskan akan memilih tetap bersama Kristus daripada dengan kebenaran itu."
Setelah Dostoevsky dibebaskan,dengan bersemangat dia menuliskan pengalamannya selama di penjara di dalam dua buku berjudul, "The House of the Dead" dan "Crime and Punishment". Dia juga menulis karya-karya besar yang lain. Sayangnya, setelah itu dia jarang sekali pergi gereja. Iman kekristenannya tidak lagi bertumbuh. Dia enggan mempelajari Alkitab dan jarang bersekutu dengan saudara seiman. Selain itu, tidak ada orang Kristen yang berusaha memuridkan dia. Dia mulai mabuk-mabukan dan berjudi yang membuatnya jatuh miskin. Dia meninggal di dalam kemiskinan.
0 komentar:
Post a Comment