Pemerasan Buruh

10 December 2006
"Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu."-Ulangan 24:14
Maraknya demonstrasi buruh akhir-akhir ini menunjukkan adanya ketidak-beresan dalam sistem ketenaga-kerjaan. Dengan paradigma pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, penguasa menetapkan kebijaksanaan yang menekan upah buruh semurah-murahnya. Hak-hak buruh pun dipangkas seminim mungkin. Tujuannya supaya kaum investor tergiur menanamkan modalnya di Indonesia.
Di sisi lain, jumlah angkatan kerja yang sangat tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan lapangan kerja yang cukup. Akibatnya, posisi tawar buruh pun tidak kuat sebab mereka rentan terhadap pemecatan. Ketidakseimbangan neraca kekuatan ini menempatkan majikan lebih tinggi daripada posisi buruh. Dalam beberapa kasus, majikan sering berbuat seenaknya sendiri (terutama dialami oleh TKI/TKW).
Di dalam hukum Taurat, Tuhan melarang para majikan memeras keringat pekerjanya dengan sewenang-wenang. Mereka tidak boleh menahan gaji/upah. Juga dilarang merampas (Im. 19:13). Di saat kita merenungkan ayat ini, lalu teringat kisah sengsara TKI/TKW yang disekap selama berbulan-bulan tanpa diberi gaji, perasaan kita menjadi geram. Persoalannya kadangkala tanpa disadari ketidak-adilan pun ada di sekeliling kita. Misalnya: Apakah Anda sudah memberikan jam kerja yang layak pada pembantu rumah tangga? Apakah sudah memberikan gaji layak pada saudara yang bekerja pada Anda (karena masih bersaudara bukan berarti kita bisa memberikan gaji seenaknya)? Apakah pernah melecehkan dan menganiaya pekerja Anda? (Ingat, kata-kata: "dasar goblok", "otak udang", "bego" dan sebagainya, adalah kata-kata pelecehan).
Majikan mempekerjakan seseorang karena dia tidak bisa mengerjakan semuanya sendirian, sedangkan kaum pekerja menyediakan tenaga dan pikirannya untuk sejumlah uang. Jadi hubungannya adalah saling membutuhkan. Jika ini dipahami kedua pihak, maka niscaya tidak ada demonstrasi buruh atau penganiayaan terhadap buruh.
Tuhan, malam ini aku ingin mendoakan orang yang bekerja padaku. Berkatilah mereka dengan berlimpah-limpah. Berilah karunia kesehatan yang baik. Terimakasih Tuhan

0 komentar: