Teror Siapa Takut

10 December 2006
ABS
"Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel!" (II Raj. 5:15).
Naaman adalah seorang Panglima Angkatan Bersenjata Aram yang brilian. Berkat kecakapannya mengatur strategi perang, kemenangan demi kemenangan digapainya. Sayangnya, ia menderita sakit kusta. Sebuah penyakit yang sangat menjijikan dan menakutkan, pada saat itu. Hanya karena jabatannya yang tinggi saja ia tidak diasingkan dari masyarakat.
Suatu kali dari pembantu istrinya, Naaman mendapat saran untuk meminta kesembuhan pada nabi Elisa. Singkat cerita, dengan kereta dan kuda kebesaraannya, Naaman sampai di depan rumah Elisa. Alih-alih menyambut layaknya seorang pejabat yang datang, Elisa malah menyampaikan pesan lewat suruhan supaya Naaman "mandi tujuh kali dalam sungai Yordan" (II Raj.5:10).
Naaman tersinggung berat. Disangkanya, Elisa akan melakukan ritual tertentu untuk menyembuhkannya. "Ini malah disuruh mandi di sungai Yordan. Mengapa tidak di sungai Abana dan Parpar di Damsyik yang lebih baik," katanya dengan gusar. Pada saat itulah, asisten Naaman memberi usul yang bijaksana, "seandainya diberi tugas yang sulit, Bapak tentu akan melakukannya. Bukankah perintahnya mudah sekali: hanya mandi di sungai. Toh, bukan pekerjaan yang berat." Naaman mendengar saran itu dan menuruti perintah Elisa. Akhirnya tahirlah ia. Setelah itu, Namaan mengakui bahwa tidak ada tuhan lain selain Allah Israel.
Bayangkan, seandainya asisten Naaman bermental ABS (Asal Bapak Senang). Biasanya, demi menyenangkan hati atasannya, seorang bawahan hanya bisa mengiyakan perkataan atasannya. Kalau perlu menambahi dengan kata-kata yang menyenangkan tuannya itu (dalam istilah sekarang disebut: "menjilat"). Jika ini dilakukan, maka niscaya Naaman tidak akan pernah sembuh.
Pada era rezim Soeharto, mentalitas seperti ini berkembang dengan subur. Karena hanya mendapat laporan yang baik-baik saja, pak Harto tidak bisa memahami tingkat kegawatan krisis yang sedang terjadi. Meskipun Anda tidak menempati posisi pimpinan, Anda bisa mempengaruhi sebuah keputusan dengan memberi usul dan saran yang bijaksana. (Wwn)
Tuhan, tuntunlah lidahku supaya dari mulutku hanya keluar kata-kata hikmat dan bijaksana saja.

0 komentar: