Syafaat Kota

09 December 2006
"Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,    untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan."  (1 Timotius 2:1-2)


Sekitar enam tahun lalu di India tengah, kelompok anti Kristen yang radikal mendekati Rahul. Mereka menawarkan bayaran yang menggiurkan jika Rahul mau membunuh seorang misionaris. Rahul setuju.
Malam harinya, Rahul menyambar pisau dan mengendap-endap menuju rumah misionaris. Dia melongok lewat jendela, tetapi dia termangu sejenak. Dia melihat pria yang sedang berlutut di samping tempat tidur dan berdoa. "Besok saja aku datang lagi," kata Rahul dalam hati.
Keesokan malamnya, dia melihat pemandangan yang sama. Dia mendengar pria itu menangisi desanya di hadapan Tuhan, serta minta kekuatan dari Tuhan.
Paginya, Rahul berpapasan dengan misionaris itu di jalan. "Pendeta," kata Rahul, "Saya dibayar untuk membunuh Anda, tetapi setiap akan melakukannya, Anda sedang berdoa." Mereka lalu bercakap-cakap cukup lama yang diakhiri dengan pertobatan Rahul. Setelah belajar di sekolah Alkitab selama 3 tahun, Rahul malah menjadi seorang misionaris dan menggembalakan sebuah gereja di India.
Kapan terakhir kali Anda bersyafaat untuk kota/desa Anda? Paulus memberikan nasehat supaya kita mendoakan "raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan." Dalam bahasa masa kini, bisa dipahami demikian: mendoakan para penguasa supaya mereka memberikan jaminan kebebasan beribadah dan melindungi martabat kemanusiaan kita.
Kita perlu melihat persoalan-persoalan yang ada di sekitar kita dan membawanya dalam syafaat kita. Mungkin itu berupa persoalan narkoba, kesenjangan, kemaksiatan, kekerasan, pengangguran dll. Untuk itu dibutuhkan kepekaan tersendiri. Meskipun Anda sedang tidak sedang mendapat ancaman pembunuhan, bersyafaatlah untuk kota atau desa Anda.

Tuhan, tolong berikan kepekaan kepadaku supaya aku bisa melihat persoalan-persoalan serius yang sedang membelit lingkungan sekitarku

0 komentar: