Teror Siapa Takut

10 December 2006
Teror: Siapa Takut?
"Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?" - Mazmur 27:1
Dalam film "Air Force One", Harrison Ford yang memerankan presiden Amerika, berkata lantang pada para teroris:"Kami tidak akan takut lagi pada teror yang kalian lakukan. Sekarang giliran kalian untuk takut." Dia lalu mencanangkan gerakan perlawanan pada terorisme.
Tujuan dari setiap tindakan teror adalah untuk menciptakan ketakutan yang meluas di kalangan masyarakat (teror="takut"). Demikian pula, maraknya pengeboman di berbagai tempat di Indonesia. Targetnya adalah menciptakan rasa tidak aman di kalangan masyarakat. Dengan meledakkan bom di tempat dan waktu yang tak terduga akan membuat masyarakat selalu was-was alias cemas. Bahkan hal ini telah menjadi semacam paranoia terhadap hal-hal yang asing dan mencurigakan.
Maka tak heran kalau akhir-akhir ini warga gereja menjadi gampang curiga pada orang asing yang ikut dalam kebaktian mereka. Alih-alih menyambut dengan ramah, kita justru memandang "orang asing" itu dengan pandangan menyelidik. "Ah, jangan-jangan dia hendak bermaksud jahat." Meski ketakutan ini bisa dipahami, akan tetapi hal justru akan membuat para teroris itu tertawa kegirangan, sebab misi utama mereka telah tercapai.
Inilah yang perlu kita lawan, yaitu ketakutan yang mereka coba ciptakan. Jika setiap kali terjadi tindakan teror kita menjadi takut, maka terorisme akan semakin marak karena dinilai menjadi sarana yang efektif untuk memaksakan kehendak mereka. Mari kita seperti Daud yang tidak gentar berkata kepada musuh-musuhnya: "Kepada siapakah aku harus takut. Terhadap siapakah aku harus gemetar? Sebab Tuhan ada di pihakku." Seperti slogan iklan shampo, kita bisa berkata kepada teroris itu: "siapa takut?" (Wwn)
Tuhan, ampuni para teroris yang banyak menganiaya ank-anak-Mu di Indonesia. Berilah kekuatan pada kami sehingga kami tidak takut pada perbuatan jahat mereka.

0 komentar: